

inNalar.com – Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sebuah desa terpencil di Kabupaten Kutai Kartanegara telah memberikan kehidupan yang terang bagi para penduduknya.
Pasalnya, desa di pelosok Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ini baru merasakan listrik yang dialiri dari PLTS sejak tahun 2015 silam.
Perjuangan penduduk desa terpencil ini dalam mengupayakan listrik melalui PLTS di wilayah mereka, tidak hanya mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kabupaten Kutai Kartanegara dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur saja.
Baca Juga: Dekat Rumah Sakit, Kampung Kumuh di Malang Jawa Timur Ini Sukses Dipoles Bak Negeri Dongeng
Bahkan Pemerintah Pusat pun ikut turun tangan mengatasi permasalahan listrik tersebut karena letak desanya yang cukup unik, yakni bukan di atas daratan.
Lalu, dimana kah letak desa pelosok tersebut hingga banyak pihak pemangku kepentingan menyoroti kondisi kampung yang tanpa listrik ini?
Ternyata, letak desanya diketahui berada di atas perairan Danau Melintang yang luasnya mencapai 11 ribu hektare.
Desa ini bernama Muara Enggelam, tepatnya berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Luas desanya pun hanya 20 kilometer persegi dan letaknya terapung di tengah Danau Melintang.
Memang unik, karena seluruh bangunan rumah, masjid, dan infrastruktur lainnya berada di atas air, bukan daratan tanah.
Dilansir dari laman ebtke.esdm.go.id, awal kisah perjuangan mendapatkan aliran listrik berada di tahun 2011.
Kala itu, para penduduk desa mengajukan permohonan penyaluran listrik ke Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Kartanegara.
Beruntungnya, pihak Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara merespon dengan baik hingga akhirnya pada tahun selanjutnya dilakukan identifikasi jangkauan listrik di Desa Muara Enggelam.
Pada tahun 2013, menurut hasil kajian terhadap Desa Muara Enggelam yang hidupnya di atas air ini, ternyata potensi energi terbarukan yang paling cocok dengan Desa Muara Enggelam adalah pembangunan PLTS.
Hingga akhirnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta menyetujui pengadaan PLTS di desa terapung Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Pada tahun 2015, akhirnya harapan adanya listrik yang mengaliri kehidupan penduduk Desa Muara Enggelam terwujud dengan adanya PLTS komunal.
Kapasitas listrik yang dialirkan dari PLTS di desa pelosok Kalimantan Timur ini sebesar 30 kwp.
Dibangunlah 150 lembar panel surya dan 114 unit baterai yang berada di desa terapung ini.
Adapun pengelola PLTS di Desa Muara Enggelam, Kalimantan Timur ini, yaitu Badan Usaha Milik Desa atau disingkat BUMDes.
Para warganya mengerahkan dua orang untuk menjadi operator PLTS dan 10 orang pengurus BUMDes.
Keberadaan PLTS komunal di lahan yang terbatas menjadi solusi bagi Desa terpencil di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Pasalnya, yang semula mereka harus menyewa genset dengan biaya Rp 7.500 per malam untuk proses pengolahan ikan hasil tangkapannya.
Sejak adanya PLTS ini pengeluaran mereka hanya Rp 3.500 per malam saja dan kehidupan para penduduknya pun menjadi leluasa, serta iuran listriknya pun tak semahal sebelumnya.
Diketahui pembiayaan pembangunannya sepenuhnya berasal dari Kementerian ESDM.
PLTS merupakan pembangkit listrik terbarukan yang paling sesuai dengan kondisi topografi wilayah desa yang tidak memiliki lahan seperti kampung di daratan pada umumnya.***