

inNalar.com – Kementerian PUPR hingga akhir tahun 2024 mendatang akan terus melanjutkan pembangunan bendungan di beberapa daerah yang ada di Indonesia.
Salah satu bendungan yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2023 ini adalah bendungan baru yang ada di Provinsi Jawa Tengah.
Proyek bendungan tersebut berada di Desa Tlobo dan Desa Karangsari, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Tepatnya, proyek bendungan tersebut berlokasi di lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah.
Pembangunan waduk baru tersebut diketahui bakal mengairi 1.400 hektare lahan pertanian di daerah sana.
Melansir dari PUPR, disebutkan bahwa kapasitas tampung dari bendungan tersebut sebesar 10,97 meter kubik.
Aliran air dari bendungan tersebut bersumber dari Sungai Jlantah dan Sungai Puru.
Sebab itulah nama bendungan baru yang ditargetkan rampung pada tahun 2023 ini adalah Bendungan Jlantah.
Kontruksi dari Bendungan Jlantah rencananya bakal didesain dengan tinggi 70 meter, yang ukurannya dari dasar sungai.
Sedangkan, panjang puncak dari proyek yang menelan anggaran sebesar Rp965 miliar tersebut adalah 404 meter.
Kemudian, lebar puncaknya sendiri adalah 12 meter, dan elevasi puncaknya lebih dari 690 meter.
Bendungan Jlantah disebutkan bahwa proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp965 miliar tersebut dibangun sejak Bulan Juli 2019 lalu.
Pembangunan kontruksi bendungan dilakukan oleh PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya KSO.
Selain bermanfaat sebagai pereduksi banjir dan sumber irigasi, Bendungan Jlantah juga diproyeksikan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohido sebesar 0,6625 mega watt (MW).
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Bendungan dan Danau, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Adenan Rasyid.
“Kehadiran bendungan ini juga akan memberi manfaat untuk potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,625 mega watt (MW)”, ungkap Adnan.
Itulah informasi mengenai proyek dahsyat senilai Rp.965 miliar yang berlokasi di lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah.***