Daunnya Bisa Menutup Saat Disentuh, Peneliti Ungkap Putri Malu Ternyata Punya Ingatan Jangka Panjang Baik

inNalar.com – Tumbuhan Putri Malu atau yang mempunyai nama ilmiah Mimosa Pudica ini merupakan tumbuhan yang dapat menutup sendiri daunnya.

Keunikan dari tumbuhan ini adalah daunnya yang akan menangkup jika terkena sentuhan, dan pada malam hari tumbuhan ini juga akan menangkup lalu akan terbuka di pagi hari.

Sebagian dari banyaknya tanaman diketahui akan menutup daunnya sendiri di malam hari guna menghindari penguapan saat tidak ada proses fotosintesis.

Baca Juga: Penelitian Ungkap Ganti Daging Merah dengan Protein Bermanfaat Atasi Kolesterol dan Kecilkan Lingkar Pinggang

Selanjutnya yang membuat tumbuhan putri malu ini menutup daunnya saat disentuh adalah untuk dapat mengusir serangga yang hinggap di daunnya.

Tak hanya itu, menutupnya daun yang dilakukannya ini juga berguna sebagai pengecoh satwa pemakan tumbuhan dan akan akan makan tanaman lain yang terlihat lebih segar.

Perilaku tumbuhan uni ini merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Timur yang memiliki iklim tropis.

Baca Juga: Suka Mendengarkan Musik Klasik? Penelitian Ungkap Mendengar Orkestra Bisa Menjadi Terapi Tubuh

Meski diyakini dengan semua sentuhan dirinya alan menangkup. Namun, tumbuhan ini pun dapat membedakan mana gangguan yang membahayakan diirinya dan yang tidak.

Sebab itu lah, beberapa waktu jika kamu menyentuh tumbuhan putri malu ini dia tidak beraksi untuk menangkup atau menutup daunnya.

Dari hal tersebut dapat disimpulkan jika tumbuhan putri malu merupakan tanaman yang dapat belajar sekaligus mengingat.

Baca Juga: Picu Kekhawatiran Ilmuwan, Lubang Lapisan Ozon di Antartika Semakin Terbuka Lebar, Apa Dampaknya?

Hal ini membuat para peneliti penasaran untuk meneliti lebih lanjut tanaman putri malu yang disebut tumbuhan si “Dont Touch Me” ini.

Dilansir inNalar.com dari laman situs Sci.News, untuk membuktikan pernyataan ini Monica Gagliano dengan ketiga rekannya dari Australia dan juga Italia berencana untuk melakukan percobaan untuk melatih ingatan tumbuhan putri malu.

Penelitian tersebut dilakukan selama 28 hari, dan menghasilkan jika, tumbuhan putri malu ini seolah dapat mengetahui kebiasaan baru.

Tak hanya itu tumbuhan ini pun dapat mengambil tindakan tertentu sebagai sebuah respon pembelajaran yang dilakukan selama proses penelitian berlangsung.

“Mimosa dapat menunjukkan respons yang dipelajari bahkan ketika tidak diganggu di lingkungan yang lebih menguntungkan selama sebulan,” tulis para ahli biologi dalam sebuah makalah yang diterbitkan secara online di jurnal Oecologia .

Dalam jurnal tersebut juga dikatakan bahwa perubahan perilaku yang dipelajari dalam jangka waktu yang relatif lama ini sebagai hasil dari pengalaman sebelumnya cocok dengan efek pembiasaan yang terus-menerus diamati pada banyak hewan.

Baca Juga: Sekali Bertelur Sebanyak 300 Juta Butir! Intip Fakta Menarik Hewan Berjuluk Sunfish yang Berbadan Besar Ini

Para peneliti tersebut juga mengatakan jika tumbuhan putri malu ini memang tidak memiliki otak ataupun jaringan saraf, namun tumbuhan ini memiliki jaringan dengan sinyal yang berbasis kalsium.

Kalsium ini merupakan sebuah jaringan canggih dengan selnya yang menyerupai proses memori pada hewan.

Meski begitu, menurut para ahli biologi, mereka belum dapat memahami secara dasar biologis dari mekanisme hal ini.

Namun dengan segala rangkaian eksperimen yang telah mereka dapatkan mempunyai implikasi besar dan hal ini secara radikal mengubah cara kita memandang tumbuhan dan batasan antara tumbuhan dan juga hewan.***

Rekomendasi