

InNalar.com – Kabar memprihatinkan datang dari wilayah bagian Timur Indonesia. Tepatnya, di Distrik Amuma, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.
Pasalnya, akibat kemarau berkepanjangan telah menyebabkan terjadinya bencana kelaparan di daerah tersebut.
Ironisnya, sebanyak 23 warga Distrik Amuma dinyatakan meninggal dunia diduga karena bencana tersebut. Sedangkan, sebanyak 12.000 orang dari 13 kampung di Kabupaten Yahukimo juga turut terimbas.
Adapun, daerah Yahukimo sendiri telah menetapkan status tanggap darurat bencana di wilayah tersebut sejak 21 Oktober hingga 1 November 2023.
Salah satu Anggota DPR RI komisi empat bernama Slamet, turut berkomentar atas bencana kelaparan yang terjadi di Papua.
Menurutnya, pengelolaan sektor pertanian yang tidak testruktur dan terencana dengan baik, juga turut menyebabkan kegagalan berupa bencana kelaparan tersebut.
Baginya, bencana kelaparan di Papua tidak hanya masalah kekurangan pangan, tetapi juga menajamen logistik.
Misalnya saja, program food estate yang dinilai gagal dalam mendukung ketahanan pangan di Indonesia.
Oleh sebab itu, menurut anggota DPR RI komisi empat ini manajemen logistik pangan pemerintah perlu dievaluasi.
Sementara itu, melansir dari instagram @dpr_ri, salah satu anggota DPR RI Komisi dua bernama Agung Widyantoro, turut mengungkapkan keprihatinannya atas bencana kelaparan tersebut.
Bagi Agung selama ini pemerintah sudah secara bijak membersamai Papua dengan adanya UU Otsus Papua.
Dimana, salah satu isinya terkait dengan pemberian dana otsus, untuk membantu kebutuhan tigal hal dasar bagi masyarakat Papua. Mulai dari, kesehatan, pendidikan, dan kesejateraan.
Adanya bencana kelaparan tersebut membuat anggota DPR RI ini mengharapkan berharap agar Pemda maupun Pemrov setempat lebih responsif dalam memaksimalkan perannya.
Adapun terkait dengan adanya bencana kelaparan ini, Menko PMk Muhadjir Effendi berupaya melakukan penanganan.
Salah satunya, akan segera mengenalkan jenis pangan berupa umbi yang bisa tahan dengan cuaca ekstrem, khususnya di daerah Yahukimo, Papua Pegunungan.
Adapun, umbi unggul tersebut merupakan hasil kerja sama dengan mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Indonesia.
Di sisi lain, pemerintah juga sudah mulai memberikan suplai kebutuhan pokok ke wilayah yang terdampak bencana, dan akan dibanguan beberapa gudang pangan. ***