Dapat Suntikan 300 Juta USD dari Tiongkok, Tambang Batu Bara di Kalimantan Selatan Ini Bakal Perkuat Industri Besi hingga Baja

inNalar.com – PT Sumber Daya Energi (SDE) berafiliasi dengan Qinfa Group, salah satu perusahaan asal Tiongkok untuk membangun area tambang batu bara bawah tanah di Kalimantan Selatan.

Tambang batu bara ini sendiri lokasinya ada di Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

Luas area tambangnya sendiri mencapai 185 kilometer persegi dengan sistem keamanan yang disebut mirip Freeport.

Baca Juga: Makan Waktu 7 Tahun Konstruksi, Bendungan Leuwikeris Seluas 242 Ha di Ciamis Jawa Barat Ini Dipenuhi ‘Harta Karun’ Kuno, Rupanya Ada…

Kerjasama dengan perusahaan asing ini diharapkan dapat melakukan transfer pengetahuan serta teknologi kepada tanah air.

Melansir dari Antara, Plt Direktur Jenderal Mineral dan Batubara  Kementerian ESDM, Bambang Suswanto menjelaskan bahwa proyek tambang ini hampir mirip dengan Freeport.

Bambang menyampaikan hal ini setelah kunjungannya ke area pertambangan pada SDE-1 di kedalaman 180 km.

Baca Juga: Meledak! Smelter Nikel di Morowali Sulawesi Tengah Kobarkan Api Besar, Cek Kronologi dan Jumlah Korban Jiwanya

Sebelumnya, Kementerian ESDM juga telah melakukan peresmian produksi pertama di area pertambangan ini pada Senin, 18 Desember 2023 lalu.

Kementerian ESDM berharap area tambang ini dapat memberikan kalor-kalor yang tinggi.

Nantinya, sumber daya ini dapat dipakai untuk mendukung industri-industri strategis. Adapun contohnya seperti besi hingga baja yang memerlukan batu bara kokas.

Baca Juga: Kucurkan Lebih dari USD 1 Miliar, Akhirnya Tambang Migas Terbesar di Kalimantan Timur Dilepas Usai 50 Tahun Dieksploitasi Prancis, Produksinya…

Ia menyebut bahwa kalor-kalor tersebut merupakan komponen yang paling cepat untuk dipakai pada power plant.

Terlebih teknik pengeboran bawah tanah ini dinilai lebih ramah lingkungan daripada harus mengelupas kulit bumi.

Tidak heran jika diharapkan nantinya dapat menjadi contoh bagi perusahaan tambang batu bara lainnya.

Baca Juga: Telan Rp2,5 Miliar, Jembatan Gantung di Jawa Tengah Ini Jadi Solusi Mobilitas di Pedesaan, Tak Perlu Lagi Lewat Lereng Gunung!

Tambang bawah tanah ini sendiri dikelola oleh PT SDE dengan hasil penanaman modal oleh Qinfa Group Ltd sebesar 300 juta USD.

Tepatnya setara dengan Rp4,6 triliun untuk membangun area tambang SDE 1 dari perencanaannya yang mencapai 3 lokasi tambang.

Ketika lokasi tambang tersebut nantinya diproyeksikan untuk memproduksi hingga 30 juta ton batu per tahun.

Baca Juga: Tunda Bayar Utang, Emiten Konstruksi BUMN Ini Pilih Fokus Garap Proyek IKN Rp4,3 Triliun Meski Sahamnya Digembok BEI

Tepatnya sebanyak 10 juta ton batu bara per tahun untuk 1 lokasinya.

Dengan mulainya operasi pertambangan di Kalimantan Selatan ini sendiri juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar lokasi. ***

 

Rekomendasi