

inNalar.com – Kalimantan merupakan provinsi yang memilki beberapa perusahaan pertambangan batu bara di dalamnya.
Salah satunya adalah PT. Kaltim prima Coal (KPC) yang berada di kalimantan Timur.
PT. Kaltim Prima Coal (KPC) merupakan perusahaan pertambangan batu bara terbesar di Pulau Kalimantan.
PT. Kaltim Prima Coal juga pernah sampai mendapat penghargaan bergengsi dengan kategori Champion for Coal Mining Large dalam acara ASEAN Energy awards 2023.
Saat ini PT. Kaltim Prima Coal (KPC) dibawah pimpinan Adika Nuraga Bakrie yang resmi diangkat menjadi presiden direktur perusahaan melalui Memorandum No. 166/BR-BOD/IV/22 tanggal 28 april 2022.
Profil PT. Kaltim Prima Coal (KPC), Kalimantan Timur adalah sebagai berikut.
PT. Kaltim Prima Coal (KPC) merupakan perusahaan pertambangan dan pemasaran batu bara untuk pelanggan industri ekspor atau domestik.
Perusahan pertambangan batu bara in berada di Sangatta, Provinsi Kalimantan Timur.
Didirikan pada tahun 1970 oleh Rio Tinto Indonesia yaitu perusahaan ber industri pertambangan dan termasuk bagian dari Conzinc Rio Tinto Australia.
Rio Tinto bekerja sama dengan British Petroleum (BP) untuk melakukan eksplorasi batubara di Indonesia.
Pada tahun 1982 PT. Kaltim Prima Coal (KPC) melakukan perjanjian dengan salah satu Perum Tambang Batu Bara atau saat ini dikenal sebagai PT. Tambang Batubara Bukit Asam.
Perjanjian itu meliputi kegiatan eksplorasi, produksi, dan pemasaran.
Setelah itu, PT. Kaltim Prima Coal (KPC) melakukan kegiatan eksplorasi menyeluruh terhadap wilayah kontrak dan memulai kegiatan pertambangan pada bulan Juni 1990.
Pada tahun 1991 PT. Kaltim Prima Coal (KPC) melakukan komisioning untuk beberapa proyek utama yang meliputi crusher, coal preparation, plant, overland conveyor, stacker, reclaimer, dan shiploarder.
Setelah melakukan komisioning PT. Kaltim Prima Coal (KPC) langsung memulai pengapalan lebih dari 2,1 juta ton batu bara.
Pada tahun 1992 PT. Kaltim Prima Coal (KPC) memproduksi sekitar 7,3 juta ton batubara padahal dari awal di targetkannya hanya dengan kapasitas produksi sebesar 7 juta ton saja.
Setelah itu, pada tahun 2003 PT. Kaltim Prima Coal (KPC) diakuisisi oleh PT. Bumi Resources dan terus memberikan perkembangan yang meningkat dalam memproduksi batu bara sampai mencapai produksi 56,97 juta ton pada tahun 2018. ***