

inNalar.com – Sebagai bentuk kelanjutan dalam upaya pemanfaatan energi panas bumi di Provinsi Sumatera Selatan, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) membanguna PLTP Lumut Balai Unit 2.
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2 ini berada di WKP Lumut Balai dan Margabayur di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Proyek yang dikembangkan oleh BUMN di sektor energi ini sudah melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertamanya pada 19 Desember 2023 lalu.
Dalam pembangunannya tersebut, Badan Usaha Milik Negara ini menggaet PT Wijaya Karya (Persero Tbk (WIKA) sebagai kontraktor.
Selain itu, dalam pengerjaan proyek ini, PT WIKA juga tergabung dalam konsorsium bersama Mitsubishi Corporation dan SEPCOIII Electric Power Construction Co., Ltd. guna mendukung kelancaran pembangunan.
Proyek milik BUMN yang bergerak di sektor energi ini merupakan pengembangan dari pembangkit listrik tenaga panas bumi yang sudah ada sebelumnya di wilayah yang sama.
Baca Juga: Catat Kenaikan Sampai Rp9 Triliun, Pendapatan Emiten Milik Harita Group Ini Naik 135 Persen Jadi…
Dilansir dari ANTARA, PLTP Lumut Balai 2 di Sumatera Selatan ini nantinya akan mampu menambah kapasitas panas bumi di Area Lumut Balai sebesar 55 megawatt (MW).
Dengan begitu, total kapasitas yang dapat dihasilkan dari dua pembangkit listrik tenaga panas bumi di wilayah tersebut adalah sebesar 110 megawatt (MW).
Sebagai megaproyek yang merupakan kolaborasi dari tiga negara, yakni Indonesia, Jepang, dan Tiongkok, pendanaan bagi proyek ini terhitung cukup besar, yakni US$155 juta atau setara dengan Rp2,4 triliun (kurs US$1 = Rp15.500).
Pembangunan PLTP Lumut Balai 2 di Sumsel oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) ini sudah mencapai progres 27% dan akhir tahun 2023 nanti mencapai 29%.
Selain memiliki fungsi untuk menambah kapasitas, proyek milik BUMN ini juga akan memiliki potensi untuk mengurangi emisi jejak karbon hingga 581.784 tCO2eq per tahun.
“Bagi Pertamina, ini juga suatu langkah besar karena dengan adanya transisi energi menuju net zero emission di tahun 2060,” jelas Nicke Widyawati selaku Direktur Utama PT Pertamina (Persero) sebagaimana dikutip dari akun Youtube Pertamina.
Sebelum dibangunnya proyek ini, BUMN di sektor energi ini juga sudah berhasil menurunkan 850.000 ton CO2 serta memberi manfaat yang nyata kepada 55.000 rumah.
Dengan dibangunnya proyek PLTP Balai Lumut 2, perusahaan telah mengambil langkah konkrit untuk menjadi 1 GW company.
Proyek yang dikembangkan oleh salah satu Badan Usaha Milik Negara ini ditargetkan untuk beroperasi pada tahun 2024 mendatang.***