

inNalar.com – Jakarta merupakan ibukota Pemerintahan Indonesia.
Tak heran bila pembangunan di Jakarta ini terbilang sangat maju dan salah satunya adalah renovasi masjid terbesar di Asia Tenggara, Masjid Istiqlal.
Masjid Istiqlal di Jakarta telah di renovasil oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Pelaksanaan renovasi masjid Istiqlal ini dilakukan dengan menerapkan fitur penghematan.
Hal tersebut dilakukan dengan meningkatkan fungsi desain pasif hemat energi yang telah didesain sejak Masjid Istiqlal berdiri melalui renovasi eksterior dan interior bangunan.
Selain itu, diansir inNalar.com dari Kementerian PUPR RI, pada renovasi masjid ini juga menggunakan sistem penghawaan yang sangat hemat energi dan penggunaan lampu hemat energi berbasis LED.
Renovasi di Masjid Istiqlal juga ada pada penerapan smart building serta pemasangan solar panel yang memberikan kontribusi 13 persen dari konsumsi listrik bangunan.
Tak hanya itu, dalam kegiatan renovasi tersebut juga telah dilakukan upaya penghematan air.
Upaya penghematan air dilakukan dengan penggantian keran wudhu yang lebih hemat air, penggunaan WC dual flush, keran washtafel, dan urinal yang hemat air.
Guna penghematan material, dilakukan dengan mempertahankan material sebagai cagar budaya pada fungsi struktur, interior, dan eksterior bangunan.
Dengan segala renovasi yang menerapkan penghematan tersebut, masjid Istiqlal dapat menghemat sebesar 476,22 ton karbondioksida per-tahun.
Maka dari itu, masjid istiqlal mendapat sertifikat final sistem Excellence in Design for Greater Efficiencies dari International Finance Corporation (IFC).
Dengan mendapat sertifikat tersebut, Masjid IStiqlal menjadi tempat ibadah pertama di dunia yang mendapatkan sertifikat bangunan hijau atau green building.
Penerimaan sertifikat tersebut dalam rangka penghematan energi dan keberlanjutan lingkungan.
Untuk merealisasikan renovasi masjid seluas 109.547 m2 guna menerapkan prinsip bangunan gedung hijau ini, pemerintah menggelontorkan dana mencapai Rp511,3 miliar.***