Dananya Rp420 Miliar, Bendungan di Banyuwangi Ini Sempat Tidak Bisa Dimanfaatkan Secara Maksimal, Kok Bisa?

inNalar.com – Banyuwangi merupakan daerah yang ada di ujung Jawa Timur dimana terdapat sebuah Bendungan disana.

Bendungan yang ada di Banyuwangi dikenal denan nama Bajulmati.

Lokasinya berada di perbatasan antara Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo di Kabupaten Banyuwangi dan Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih di Kabupaten Situbondo.

Baca Juga: Emiten AS Investasi USD 55 juta, PT Kalbe Farma Gaet Genexine Asal Korsel Bentuk Perusahaan Bioteknologi, Siapa Pemegang Saham Dominan?

Tepatnya terletak di tepi Jalan Nasional Rute 1 ruas Kabupaten Situbondo – Kabupaten Banyuwangi.

Pembangunannya dimulai pada tahun 2007 dan rampung pada tahun 2015 silam.

Waduk ini dibangun pada lahan seluas 115,5 hektar dan direncanakan untuk penyediaan air irigasi.

Baca Juga: Telan Dana Rp500 Miliar, Pabrik Farmasi Besutan PT Kalbe Farma di Cikarang Bekasi Ini Gunakan Teknologi Robotik, Produksi Apa?

Selain itu, infrastruktur ini juga difungsikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di pelabuhan Banyuwangi.

Pemenuhan air tersebut diperuntukan untuk meningkatkan penyediaan irigasi dalam menunjang intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian seluas 1.800 hektar.

Miliki banyak manfaat, tak heran bila pemerintah rela mengeluarkan dana ratusan miliar.

Baca Juga: Nilai Investasi Rp200 Miliar, Pabrik Alkes Deteksi Dini Kanker di Jakarta Ini Dibangun Perusahaan Farmasi Terbesar se-Asia Tenggara, Siapa?

Untuk merealisasikan bendungan ini, dana yang dibutuhkan mencapai Rp420 miliar.

Meskipun begitu, satu tahun setelah diresmikan bendungan ini belum bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Dilansir inNalar.com dari setkab.go.id, kondisi itu terjadi karena volume air masih kurang 7,5 meter.

Baca Juga: Keruk Biaya Rp3 Triliun, Kalimantan Selatan Bakal Punya Bendungan Baru Tapi Masih Terganjal Masalah Lahan, Target Proyeknya…

Selain itu kapasitas air masih 50 persen untuk mencapai kondisi spill-out atau melimpas melebihi batas atas bendungan.

Mengingat, pill-out harus dicapai untuk mengetahui kualitas ketahanan bendungan sebelum diterbitkan sertifikat operasional.

Setelah diterbitkan sertifikat operasional, maka pemanfaatan bendungan dapat segera dilakukan secara maksimal.

Meskipun begitu, kini bendungan tersebut memiliki manfaat yang secara langsung bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar.***

 

Rekomendasi