Dananya Rp40 M, Masjid di Batam Kepulauan Riau Ini Bentuk dan Nama Diambil dari Aksesori Melayu, Bisa Tebak?

inNalar.com – Geliat pembangunan infrastruktur di Kepulauan Riau, khususnya di Kota Batam semakin menyebar ke berbagai sektor.

Salah satu infrastruktur di Kota Batam yang menarik perhatian warga di seluruh penjuru Kepulauan Riau adalah masjid yang satu ini.

Pasalnya, masjid paling unik di Batam, Kepulauan Riau ini memiliki bentuk desain bangunan yang terinspirasi dari budaya Melayu.

Baca Juga: Sukses di Dunia Militer, Ternyata Soeharto Pernah Mengabdi Pada Belanda dan Jepang, Bagaimana Kisahnya?

Sekilas nampak bangunannya seperti bentuk masjid biasa yang memiliki hiasan menara di sampingnya.

Namun apabila kita perhatikan dengan seksama, bangunan masjid berwana biru dongker dan oranye ini bentuknya seperti salah satu aksesori pakaian adat Melayu.

Tempat ibadah umat Islam ini dibangun dengan biaya yang mencapai Rp39,9 miliar atau jika dibulatkan berarti menjadi Rp40 miliar.

Baca Juga: Tak Seperti Namanya, Pulau Seram Punya 9 Destinasi Wisata Menawan, Salah Satunya Ada Keramba Berbentuk Love

Tidak mengherankan jika konstruksinya cukup unik dan beda dari masjid kebanyakan di Kepulauan Riau.

Rupanya, rumah ibadah yang berada di Batam ini terinspirasi dari budaya Melayu.

Tepatnya, tampilan gaya bangunan masjid ini diambil dari aksesori pakaian adat khas Melayu Kepulauan Riau.

Baca Juga: Ada Sejak 1986, Jalan Tol Surabaya – Gempol Jadi yang Tertua di Jatim, Sempat Terpotong 6 km Akibat Lapindo

Adapun, aksesori pakaian lelaki Melayu yang diadaptasi dalam bentuk bangunan masjid ini namanya adalah Tanjak.

Tanjak adalah salah satu aksesori hiasan kepala khas Melayu Kepulauan Riau.

Kemudian nama ‘Tanjak’ ini pun diambil menjadi nama resmi masjid baru ikonik Kota Batam.

Bangunan rumah ibadah yang unik ini dibangun setinggi 39,5 meter dan menaranya pun menjulang 45 meter.

Masjid Tanjak ini terdiri dari dua lantai, yakni lantai satu seluas 2.094 meter persegi dan lantai mezzanine seluas 468 meter persegi.

Pada saat Bulan Ramadhan, area tempat ibadah ini paling diburu warga Batam untuk ngabuburit menjelang buka puasa tiba.

Salah satu alasan mengapa bentuk bangunan Masjid ini menyerupai adalah karena Tanjak merupakan lambang kewibawaan.

Selain itu, hal ini juga menjadi representasi identitas masyarakatnya yang memang berakar dari budaya Melayu.

Masjid Tanwirun Naja atau Tanjak di Batam diproyeksikan bakal menjadi salah satu ikon kota sekaligus provinsi.

Selain itu memang bangunan ini bakal dijadikan sebagai destinasi wisata religi guna mendongkrak sektor perekonomian wilayah.

Hal tersebut diungkap oleh Menteri Koordinator Perekonomian RI, Airlangga Hartanto pada Jumat, 24 Juni 2022 saat peresmian rumah ibadah umat Islam tersebut.

Dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, “Desain masjid yang unik, penuh ornamen melayu, serta bentuknya menyerupai tanjak yang menjadi salah satu ciri khas pakaian melayu, akan menjadikan masjid ini ikon,” ungkap Airlangga Hartanto, Menko Perekonomian RI.***

 

Rekomendasi