

inNalar.com – Proyek ambisius penghubung antar negara melalui terowongan bawah laut rupanya telah direncanakan untuk dibangun di Sumatera.
Dikatakan, terowongan bawah laut ini menjadi bagian dari rencana pembuatan tol Malaysia dengan proyek East-Coast Expressway.
Terowongan bawah laut tersebut akan menjadi penghubung dua negara dan mencetak rekor pertama di Asia.
Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, rencana ini rupanya digagas oleh Malaysia untuk meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Malaysia.
Gagasan ini telah dikemukakan pada kegiatan Transformasi Nasional 2050 MAEPS pada Maret tahun 2018.
Baca Juga: Bukannya Jembatan, Ternyata Ini Alasan Kalimantan Timur Bangun Tol Bawah Laut Termahal se-Indonesia
Pembuatan terowongan bawah laut yang menghubungkan Negeri Jiran dengan Sumatera, Indonesia tersebut merupakan bentuk alternatif dari penolakan jembatan.
Sebelumnya, Malaysia sempat berwacana untuk membangun Jembatan Selat Malaka, namun tidak mendapat respon positif dari pemerintah Indonesia.
Dikatakan, jembatan tersebut akan membentang sepanjang 127,93 km melewati selat dan Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.
Namun, informasi ini terus timbul-tenggelam dan masih belum ada kepastian mengenai pembangunan jembatan penghubung Sumatera-Malaysia.
Kemudian, terowongan bawah laut ini hadir menjadi inovasi yang dikatakan terlalu ambisius bagi kedua negara.
Terowongan bawah laut ini juga dinilai tidak menguntungkan pihak Indonesia karena pemerintah perlu meningkatkan konektivitas antar daerah terlebih dahulu.
Pembangunan terowongan bawah laut ini juga dianggap akan mengalihkan pusat pertumbuhan Jawa-Sumatera sehingga lebih menguntungkan pihak Malaysia.
Terowongan ini rencananya akan menghubungkan Bagan Datuk Perak dengan Pulau Sumatera melalui Selat Malaka.
Diketahui, biaya yang dibutuhkan sekitar 20 miliar Dollar Amerika atau setara dengan 305,9 triliun Rupiah.
Kajian dari pihak Malaysia rupanya sudah dilakukan dan menunggu respon dari pihak investor yang berminat untuk melakukan pembangunan terowongan bawah laut.
Sedangkan, pemilihan Bagan Datuk di Semenanjung akan tersambung dengan Tol Pesisir Pantai Barat Malaysia.
Terowongan bawah laut ini direncanakan memiliki panjang kurang lebih sekitar 167 km bila dihitung dari jarak daratan terdekat Malaysia ke Sumatera.
Namun, rencana terowongan bawah laut antar negara ini masih belum dibahas lebih lanjut oleh pemerintah Indonesia.
Pemerintah Indonesia masih ingin berfokus membangun infrastruktur di Pulau Sumatera, khususnya bagian utara.
Bila proyek terowongan bawah laut lintas negara ini terealisasikan, maka tidak menutup kemungkinan bahwa Indonesia dapat terkoneksi dengan daratan besar Eurasia.***