Dananya Rp108,60 M, Proyek Pelabuhan di Yogyakarta Ini Segera Beroperasi dengan Konsep Tourism Fishing Port!

inNalar.com – Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Gesing di daerah Gunungkidul yang ditargetkan rampung akhir tahun 2023 ini, kini memasuki tahap akhir pengerjaan.

Meski sempat tersendat di tahun 2022 lalu, kemajuan proyek pelabuhan ini sudah mulai terlihat secara signifikan.

Dilansir inNalar.com dari ANTARA, diketahui bahwa, Kepala DKP Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan dua kapal nelayan berkapasitas 10 gross ton (GT).

Baca Juga: Sempat Molor di Tahun 2022, Pelabuhan Pendaratan Gesing di Gunungkidul Kini Hampir Rampung, Kapasitasnya…

Kapal tersebut disediakan untuk menyongsong operasional pelabuhan, khususnya dalam masa uji coba.

Lama pembangunan PPI Gesing ini, disebabkan karena pada masa pertengahan proses pengerukan, terdapat batuan yang keras sehingga harus dilakukan perubahan metode pengerukan.

Selain itu juga ditemukan munculnya sumber air tawar yang besar, hingga mengharuskan berganti menggunakan teknik peledakan di setiap 1 meternya.

Baca Juga: Proyek Pelabuhan Puluhan Triliun Rupiah di Sumatera Utara Gagal, Kondisinya Mengkhawatirkan, Mengapa?

Munculnya sumber air tawar di pelabuhan tersebut berada di luar perkiraan, karena hasil penelitian menyebutkan, hanya ada sungai bawah tanah yang bisa dijangkau dengan kedalaman 90 meter di bawah permukaan.

Pengerjaan proyek ini awalnya disediakan anggaran sebesar Rp 115 miliar, namun pada saat lelang, pemenang berani membangun dengan anggaran lebih rendah menjadi Rp 108,60 miliar.

Pemenang lelang tersebut adalah PT.Mina Fajar Abadi, PT. Putera Jaya Andalan dan PT. Gala Karya KSO.

Baca Juga: Sedot Dana Rp43 Triliun, Pelabuhan di Sumatera Utara Ini Sepi dan Pembangunannya Sia-Sia, Ternyata Alasannya…

PPI Gesing menjadi salah satu program Pemda DIY, untuk mengembangkan pelabuhan perikanan pantai.

Sehingga PPI Gesing jadi salah satu yang diproyeksikan lebih besar dari pelabuhan lainnya.

Pelabuhan Pendaratan Ikan ini nantinya akan bisa menampung 40 unit perahu motor tempel dan 50 unit kapal kecil dengan kapasitas 10-30 GT.

Adapun untuk produksinya, diproyeksikan sebesar 1.600 ton per tahun, dan untuk kapal 10-30 GT bisa mencapai 4.320 ton per tahun.

Total keseluruhan nilai produksi PPI Gesing adalah sebesar Rp 88,80 miliar per tahun dengan estimasi rata-rata harga ikan Rp 15 ribu per kilogram.

Namun bukan hanya diperuntukkan tempat pendaratan ikan, PPI ini juga diharapkan memiliki konsep “Tourism Fishing Port”, yakni perikanan berbasis wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Karena menurut Kepala DKP DIY, mengangkat kehidupan nelayan bukan hanya mengambil ikan saja, tapi juga bisa lewat jalur rekreasi, naik kapal, dan bisa memancing.

Di wilayah tersebut, selama ini banyak ditemukan jenis ikan pelagis besar seperti tuna, cakalang, serta tongkol, dan ikan pelagis kecil seperti teri, layang, dan kembung.

Saat ini proyek PPI Gesing sudah dalam tahap finishing di area sekitar pelabuhan, sebagaimana pantauan dalam akun YouTube Agus Bintarto.

Inilah gambaran PPI Gesing yang akan segera beroperasi akhir tahun 2023 dengan konsep pariwisata. ***

 

Rekomendasi