

inNalar.com – Pembangunan baik bangunan maupun infrastruktur pendukung di Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur hingga saat ini masih terus dilanjutkan.
Salah satu infrastruktur yang dibangun guna mendukung IKN di Kalimantan Timur ini adalah Embung KIPP.
Sebelumnya, apa sih itu embung? Kata embung mungkin memang terdengar asing di telinga beberapa orang, namun, pengertian dari embung sendiri adalah cekungan penampung air.
Dilansir dari data.pu.go.id, embung merupakan bangunan konservasi air yang berbentuk kolam guna menampung air hujan serta air limpahan atau air rembesan.
Sebagi penampung air, bangunan ini nantinya akan bekerja dengan menyimpan air di musim hujan dan memanfaatkannya ketika musim kemarau tiba atau ketika sedang kekurangan air.
Proyek Embung KIPP di IKN sendiri saat ini sedang dalam tahap pembangunan.
Baca Juga: Sedot Dana Rp420 Miliar, Pembangunan RSUP Kota Kupang NTT Digarap 2 Perusahaan, Begini Porsinya
Dengan wilayah Ibu Kota Negara yang luas, embung yang dibangun pun tidak sedikit.
Terdapat sekitar empat belas kolam penampung air yang sedang dibangun oleh PT Brantras Abipraya (Persero) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Negara (KIPP).
Dilansir dari brantas-abipraya.co.id, pembangunan daripada kolam penampung air ini sudah berlangsung sejak akhir tahun 2022 lalu.
Penampung air ini berada di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kaltim dan berada paling dekat dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan.
Adapun manfaat utama daripada penampung air ini adalah untuk menyediakan ketersediaan air di IKN dan juga menanggulangi luapan air hujan di wilayah Kalimantan Timur ini.
Dengan manfaatnya yang besar dan jumlahnya yang banyak, tentunya biaya yang dikeluarkan untuk membangun Embung KIPP di IKN ini tidak sedikit.
PT Brantas Abipraya sebagai kontraktor mencatat nilai kontrak proyek ini sebesar Rp464,68 miliar dari pagu anggaran awal sebesar Rp499,5 miliar.
Selain berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air di IKN, embung ini nantinya juga akan memperindah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan.
Proyek yang dikerjakan oleh Brantras Abipraya ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2024 yang akan datang.
Pembangunan daripada kolam penampung air di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan ini merupakan usaha dari Dirjen SDA Kementerian PUPR yang memperioritaskan penyelesaian infrastruktur dasar bidang air di Ibu Kota Negara hingga tahun 2024.
Bukti nyata lain dari fokus Dirjen SDA Kementerian PUPR ini adalah proyek Bendungan Sepaku Semoi yang juga dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya dan sudah selesai beberapa waktu yang lalu.
Tidak hanya itu, proyek dari kolam penampung air di IKN ini juga mendapat perhatian lebih dengan adanya Lanjutan Pembangunan Embung KIPP dan DAS Pemaluan.
Lanjutan Pembangunan Embung KIPP dan DAS Pemaluan ini nantinya juga akan dikerjakan oleh PT Brantras Abipraya (Persero) dengan nilai kontrak Rp172,04 miliar.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi