

inNalar.com – Kupang sebuah daerah yang ada di Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki infrastruktur paling aman di Indonesia yaitu Jembatan Petuk.
Jembatan Petuk ini berlokasi di Kecamatan Maulafa, Kupang, di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Jembatan tersebut masih tergolong baru dalam pembangunannya yakni baru berdiri pada tahun 2017.
Baca Juga: Limit sampai Rp500 Juta! Ini Cara Ajukan KUR BRI secara Offline untuk Bantu Modal UMKM
Infrastruktur itu membentang sepanjang 337 meter dan menjadi terpanjang di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Infrastruktur ini merupakan bagian dari jalan lingkar luar di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pembangunannya bertujuan untuk memperlancar akses lalu lintas kota menuju Pelabuhan Tenay.
Tidak hanya memperhatikan fungsinya, jembatan ini dibangun dengan mengakomodir ornamen budaya setempat.
Ornamen yang digunakan pada infrastuktur tersebut akan mengangkat budaya lokal sehingga akan menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat NTT dan Kupang khususnya.
Selain itu, dengan adanya Jembatan Petuk juga memperlancar akses ke sejumlah kabupaten di daratan Timor barat yakni Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, dan Malaka.
Dilansir inNalar.com dari laman PUPR, Jembatan Petuk merupakan jembatan pertama yang menggunakan Teknologi Gelagar beton.
Jembatan ini memiliki 5 pilar dengan tinggi 25 hingga 35 meter yang fungsinya sangat penting untuk keamanan dan keselamatan.
Teknologi ini memastikan kekuatan dan ketahanan Jembatan Petuk yang luar biasa, menjadikannya salah satu jembatan paling aman dan handal di Indonesia.
Maka dari itu, tak heran bila pembangunan Jembatan Petuk ini menghabiskan dana fantastis.
Untuk merealisasikan infrastruktur Jembatan ini, dana yang dibutuhkan mencapai Rp235 miliar.
Dana Rp235 miliar tersebut merupakan anggaran jamak tahun 2015 hingga tahun 2017. ***