Dananya Capai Rp10 Triliun, Jalan Tol Kediri-Tulungagung yang Dibangun Konglomerat Rokok Indonesia Ini Tersendat Sengketa Lahan, Jadi Dibangun?

 

inNalar.com – Sebagai akses menuju Bandara Dhoho di Kediri, penggagasnya, yakni PT Gudang Garam juga memprakarsai pembangunan jalan tol antara Kediri dan Tulungagung.

Jalan Tol Kediri-Tulungagung ini rencananya akan melewati tiga daerah, yakni Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung, dan Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur.

Proyek ini merupakan bagian dari sistem Jalan Trans Jawa dan akan tersambung ke ruas Kertosono-Kediri.

Baca Juga: Punya 5.000 Pohon, Bendungan Senilai Rp1,9 Triliun di Minahasa Utara Sulut Ini Mampu Reduksi Banjir Manado sampai 25 Persen

Selain itu, proyek yang digagas oleh PT Gudang Garam ini juga termasuk ke proyek strategis nasional (PSN) sesuai dengan Perpres Nomor 80 Tahun 2019.

Dilansir dari kpbu,kemenkeu.go.id, proyek yang akan menjadi akses menuju Bandara Internasional Dhoho ini akan membentang sepanjang 44,52 kilometer.

Jalan Tol Kediri-Tulungagung ini nantinya akan memiliki lebar lajur 3,6 meter, lebar bahu dalam 1,5 meter, dan lebar bahu luar 3 meter.

Baca Juga: Pemegang Saham BBRI Akan Menerima Dividen Interim Rp12,7 Triliun di Awal Tahun 2024, Berikut Ini Jadwalnya

Rencananya, jalan ini akan dibangun dengan memiliki 2×2 jalur awal dan 2×2 jalur akhir serta memiliki 287 crossing.

Adapun biaya yang dikeluarkan untuk membangun proyek akses menuju Bandara Internasional Dhoho ini adalah sebesar Rp10,256 triliun.

Dengan anggaran yang begitu besar, pengerjaan dari jalan ini diperkirakan akan dimulai pada kuartal IV 2023 atau akhir tahun.

Baca Juga: Kerahkan Rp1,4 Triliun, Bendungan di Sumbawa Barat NTB Ini Bakal Hidupkan 1.900 Ha Lahan Pertanian yang Terancam Mati Akibat Kekeringan

Dalam pembangunannya, pengerjaan proyek ini meliputi pembebasan lahan, perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi, pengoperasian, serta pemeliharaan untuk keseluruhan ruas jalan.

Jalan Tol Kediri-Tulungagung ini nantinya akan dibangun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Selain guna memberikan akses menuju Bandara Internasional Dhoho yang pengerjaannya sudah rampung, jalan tol yang menghubungkan antara Kediri dan Tulungagung ini juga memiliki tujuan lain.

Baca Juga: Rela Gelontorkan Rp392,5 Miliar, Proyek Pelebaran Alur Tano Ponggol di Sumatera Utara Ini Mudahkan Wisatawan Keliling Pulau Samosir

Dengan dibangunnya jalan tol ini, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan di sektor perekonomian, pariwisata, dan perindustrian.

Selain itu, rencana ini juga termasuk ke dalam program percepatan pembangunan ekonomi di kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya – Sidoarjo – Lamongan, kawasan Bromo – Tengger – Semeru, serta kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Dari keseluruhan proyek Jalan Tol Kediri-Tulungagung, ruas Kediri-Bandara Internasional Dhoho akan mulai dikerjakan pada akhir bulan Desember 2023 ini.

Namun, meskipun jadwal pengerjaannya sudah ditentukan, bukan berarti proyek ini bebas dari permasalahan.

Baca Juga: Tarik Dana Investasi hingga Rp129 Triliun, Kawasan Ekonomi Khusus di Sumatera Utara Ini Diramalkan Mampu Serap 83 Ribu Tenaga Kerja

Salah satunya adalah permasalahan lahan warga yang terdampak dengan pembangunan proyek akses jalan ini.

Beberapa warga di Desa Panggungrejo, Kecamatan Kauman, Tulungagung sempat menolak harga yang ditawarkan untuk pembebasan lahan.

Penolakan ini kemudian diekspresikan oleh para warga dengan membentangkan spanduk di depan Balai Desa Panggungrejo.

Baca Juga: Diekplorasi Selama 11 Tahun, Begini Nasib 15 Desa yang Ada di Dekat Operasi Tambang Emas Martabe Sumatera Utara, Masih Layak Hunikah?Penolakan ini tidak hanya terjadi di Desa Panggungrejo saja, namun, juga di Kelurahan Gayam yang merasa kalau harga yang diberikan terlalu rendah.

Pihak pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung memberi opsi kepada warga untuk mengajukan gugatan ke pengadilan negeri apabila merasa keberatan.

Namun, hingga 14 Desember 2023 lalu, belum ada warga yang mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Tulungagung.***

Rekomendasi