

inNalar.com – Jembatan Pasupati di Bandung, Jawa Barat sudah beroperasi sejak tahun 2005 dengan dana pembangunan yang tidak sedikit.
Nama jembatan ini merupakan hasil dari singkatan dari Jalan Pasteur dan Jalan Surapati, sehingga diberi nama Jembatan Pasupati.
Sejak dilakukan uji coba, jembatan Pasupati sudah menjadi ikon tersendiri bagi warga Bandung.
Jembatan Pasupati di Bandung ini menjadi terpanjang ke-2 di Indonesia setelah jembatan Suramadu kota Madura.
Baca Juga: 103 Km ke Bandar Lampung! Tanjakan Ekstrem di Lampung Ini Banyak Terjadi Kecelakaan Berulang, Tapi…
Panjang yang dimiliki oleh jembatan Pasupati di Bandung ini sekitar 2,8 km dengan lebar 21,53 meter.
Dibangun menggunakan teknologi Look up device (LUD) yang menjadikannya sebagai pertama di Indonesia menjadi jembatan tahan terhadap gempa.
Pemerintah Kuwait mendanai pembangunan jembatan Pasupati total sebesar 437 miliar yang diresmikan bareng dengan Jalan Tol Cipularang II.
Baca Juga: Saint Joseph Cathedral, Gereja Termegah se-Asia Tenggara dan Tertua di Pontianak Kalimantan Barat
Jumlah besaran biaya pembangunan jembatan Pasupati belum termasuk kedalam biaya pembebasan lahan.
Pemerintah menghabiskan dana sebesar 47 miliar untuk pembebasan lahan yang digunakan sebagai tempat berdirinya jembatan Pasupati di Bandung.
Dibalik total biaya dana pembangunannya, proses pengerjaan jembatan Pasupati memerlukan waktu yang panjang.
Pasalnya berdasarkan data dari laman pu.go.id, Pemerintah Kuwait selaku penyandang dana pembangunan jembatan Pasupati sempat berhenti memberikan pinjaman dana, karena terlambatnya pemerintah dalam membayar cicilan tersebut.
Pada 19 Juli 2003 Pemerintah Kuwait kembali mencairkan pinjaman dana untuk pembangunan jembatan Pasupati setelah dua kali penundaan.
Pada tanggal 1 Maret 2022, Gubernur Ridwan Kamil meresmikan penggantian nama untuk jembatan Pasupati menjadi jalan layang Prof. Mochtar Kusumaatmadja.
Dengan digantinya nama jembatan Pasupati menjadi Jalan Layang Prof. Mochtar Kusumaatmadja, karena sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa beliau terhadap Indonesia dan Jawa Barat melalui Wawasan Nusantara di kancah Internasional.
Melalui Gagasan batas teritorial Laut Indonesia melalui Deklarasi Djuanda 1957 Wawasan Nusantara terlahir.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi