Dampak Pemboikotan Brand Pendukung Israel, Ternyata Ada 3 Perusahaan yang Laris di Indonesia, Apa Saja?

InNalar.com – Seperti yang kita ketahui, sejak 7 Oktober 2023 ini peperangan di daerah Timur tengah mulai kembali bergejolak.

Perang itu terjadi di jalur Gaza yang hampir tiap hari korban di Palestina terus bertambah.

Bahkan karena semakin memanas, terdapat suara untuk memboikot prodak-prodak yang diketahui telah membantu Israel.

Baca Juga: Ramai Seruan Boikot Produk Pro-Israel, McDonald’s Indonesia Nyatakan Dukung dan Akan Berdonasi untuk Palestina

Tapi benarkah jika memboikot produk yang membantu Israel nantinya negara tersebut akan terdampak?

Tentu hal ini akan berdampak bagi produk dan merk-merk yang diketahui selalu membantu Israel dalam peperangan tersebut.

Pasalnya, saat dilakukan boikot, maka perusahaan-perusahaan itu akan melakukan evaluasi.

Baca Juga: Festival Musik Greenlane di Bandung Batal, Duit Acara Kena Tilep Rp1,5 M untuk Foya-foya dan…

Jadi saat boikot ini dilakukan dengan baik, maka produk yang dijual oleh perusahaan-perusahaan itu akan menurun.

Saat penjualan menurun, maka hal ini akan berdampak pada pemasukan sekaligus saham yang diterima oleh perusahaan-perusahaan yang mendukung penjajahan di Timur Tengah.

Karena itulah perusahaan-perusahaan yang pro dengan Israel ini akan mengalami kerugian.

Baca Juga: Telan Rp38 T, Jalan Tol Solicited Cilacap-Jogja Panjangnya Capai 121 Km, Digarap Akhir Tahun 2023?

Dilansir dari channel YouTube Gerald Vincent, jika hal di atas terjadi, maka perusahaan-perusahaan ini akan berfikir hal apa yang membuat mereka rugi sekaligus mengalami turunnya penjualan.

Itulah yang akan terjadi saat pemboikotan pada produk dari perusahaan-perusahaan ini dilakukan, terutama di Indonesia.

Pasalnya, terdapat beberapa produk dari perusahaan terkenal di Indonesia yang cukup laris dan banyak dibeli oleh warga Tanah air.

Seperti Starbucks misalnya. Gerai kopi asal Amerika ini merupakan satu brand yang mendukung Israel dalam melakukan penjajahan di Palestina.

Selain Starbucks, ada pula McDonalds dan KFC yang merupakan restoran cepat saji dan sudah marak di Indonesia tetapi memberikan dukungannya pada musuh Palestina.

Terdapat pula perusahaan dari Perancis, yaitu Danone yang memberikan dukungannya pada peperangan di Gaza tersebut.

Meski Brand ini asal Perancis, namun diketahui ia memegang saham Strauss sebesar 20% yang mana merupakan perusahaan makanan asal Israel.

Tidak hanya itu, sebenarnya masih banyak lagi brand dan perusahaan yang mendukung Israel dalam penjajahan ini.

Brand tersebut seperti Coca-cola, Hp, Puma dan banyak lagi.

Jika hal ini dibiarkan terus menerus, dikhawatirkan peperangan yang terjadi di Timur Tengah ini akan semakin memanas dan menjalar ke negara-negara lain.

Pasalnya, saat ini negara Yaman juga telah maju untuk membela palestina dalam melawan Israel.

Tentu jika hal ini dibiarkan berlanjut, ada kekhawatiran pula akan terjadi perang dunia ke-3.***

Rekomendasi