Daftar Sanksi yang Diberikan Negara Asia dan Australia Kepada Rusia Pasca Invasi

inNalar.com – Keputusan yang dibuat Presiden Rusia Vladimir Putin menuai kecaman dari dunia internasional, banyak pemimpin negara yang mengutuk dengan dasar kemanusiaan dan ketertiban dunia.

Tak terkecuali bagi beberapa negara di Asia, mereka menjatuhi sanksi kepada Rusia pasca melancarkan invasi ke Kyiv, ibukota Ukraina.

1. Jepang

Jepang mengatakan akan memperkuat sanksi terhadap Rusia dalam hal keuangan dan ekspor peralatan militer.

Baca Juga: 6 Kebiasaan Ini Dapat Memicu Bau Badan, Salah Satunya Sering Mengenakan Pakaian Ketat

Perdana Menteri Fumio Kishida mengatakan bahwa dampak pada pasokan energi negara miskin sumber daya tidak mungkin terjadi.

Kishida mengatakan pada konferensi pers bahwa Tokyo akan membidik lembaga keuangan dan individu Rusia dengan sanksi, serta menghentikan ekspor barang keperluan militer seperti semikonduktor.

“Jepang harus dengan jelas menunjukkan posisinya bahwa kami tidak akan pernah mentolerir segala upaya untuk mengubah status quo dengan paksa,” katanya.

Baca Juga: Terkuak, Banyak Senjata Buatan Israel Ditemukan di Pangkalan Militer Ukraina

2. Taiwan

Taiwan akan menjatuhkan sanksi pada Rusia, kata pemerintah pusat dengan memantau ketat aturan kontrol ekport untuk Rusia.

“Kami sangat mengutuk tindakan invasi semacam itu dan akan bergabung dengan negara-negara demokratis untuk bersama-sama menjatuhkan sanksi,” kata Perdana Menteri Su Tseng-chang, tanpa memberikan rincian.

Ditanya tentang sanksi, Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSMC), pemasok utama Apple dan perusahaan terdaftar paling berharga di Asia, mengatakan memiliki sistem kontrol ekspor yang kuat dan akan mengikuti aturan.

Baca Juga: UPDATE TERBARU: Kota-kota di Ukraina Dihujani Rudal oleh Rusia, Begini Kondisinya

3. Australia

Australia menetapkan lebih banyak sanksi terhadap Rusia. Australia menargetkan sanksi terhadap beberapa warga elit dan anggota parlemen, termasuk untuk China yang  melonggarkan pembatasan perdagangan dengan Moskow pada saat menginvasi Ukraina.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan sanksi baru akan dijatuhkan terhadap “oligarki yang bobot ekonominya memiliki arti strategis bagi Moskow”, dan lebih dari 300 anggota parlemen Rusia yang memilih untuk mengizinkan pengiriman pasukan Rusia ke Ukraina.

Baca Juga: Imbas Aksi Militer Rusia di Ukraina, Roman Abramovich Menyerahkan Kepengurusan Chelsea ke Yayasan Amalnya

Australia juga bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk menyelaraskan sanksi terhadap individu dan entitas utama Belarusia yang membantu Rusia.

Morrison menyuarakan keprihatinan atas “kurangnya tanggapan yang kuat” dari China. Ia juga mengkritik Beijing tentang laporan yang mengurangi pembatasan perdagangan dengan Moskow dengan mengizinkan impor gandum dari Rusia.**

Rekomendasi