

inNalar.com – Daftar daerah di Jawa Barat ini digadang-gadang paling tercemar dan penyumbang polusi terbesar.
Indikator yang digunakan untuk mengurutkan daerah tercemar di Jawa Barat dihitung banyaknya pencemaran.
Mulai dari pencemaran air, pencemarah tanah dan pencemaran udara.
Pencemaran lingkungan dan tingkat polusi di Jawa Barat yang tinggi bisa disebabkan berbagai hal.
Satu contoh di antaranya adalah pembuangan limbah cari ke sungai tanpa adanya penyaringan, sebagaimana yang diatur oleh pemerintah.
Banyaknya pabrik di beberapa daerah Jawa Barat juga bisa jadi pemicunya.
Pasalnya, produksi pabrik tentu tidak akan luput dari pembuangan asap ke udara.
Berikut inNalar.com sajikan daftar daerah paling tercemar dan penyumbang polusi udara terbesar di Jawa Barat, dilansir dari BPS:
5. Purwakarta
Kabupaten Purwakarta menduduki peringkat ke lima sebagai daerah tercemar dan penyumbang polusi terbesar.
Data BPS menyatakan pada tahun 2018, Purwakarta menyumbang 42 pencemaran udara, 8 pencemaran tanah dan 64 pencemaran air.
Terbaru, Pemerintah Kabupaten berniat mengembangkan tujuh kawasan industri.
Tiada lain tujuannya untuk menarik investor serta mengejar target investasi pada 2023 yang mencapai Rp8,9 triliun.
Tentunya, ke depan Kabupaten Purwakarta akan semakin diwarnai pabrik-pabrik besar.
Jika hal ini tidak diimbangi dengan aturan pencemaran lingkungan, maka bisa merugikan masyarakat sekitar.
4. Garut
Selanjutnya ada Kabupaten Garut yang menduduki peringkat ke-4 sebagai daerah tercemar.
Ini buntut data pencemaran udara di tahun 2018 yang mencatatkan temuan 56 kasus.
Kemudian, untuk pencemaran udara 5 kasus dan 144 temuan pencemaran air pada rilis terbaru BPS.
Wilayah Garut memiliki potensi untuk dijadikan daerah industri sejak zaman Hindia-Belanda.
Para pengusahan Eropa khususnya Belanda menilai Garut adalah wilayah strategis sebagai ladang bisnis.
Hal itu tidak luput dari melimpahnya bahan baku dan juga jaraknya yang dekat dengan Bandung.
Meski positif untuk tingkat pertumbuhan ekonomi sekitar, pabrik-pabrik yang dibangun jelas menghasilkan limbah.
3. Cirebon
Untuk Kabupaten Cirebon pada tahun 2018 mencatatkan temuan kasus pencemaran udara sebanyak 69.
Kemudian 15 pencemaran tanah dan 178 pencemaran air. Tahun lalu, empat wilayah di Garut dimatangkan sebagai kawasan industri.
Hal itu sebagai upaya untuk meningkatkan daya tarik investasi dan daya saing industri.
Tercatat pada tahun 2019-2021 ada 5.903 CV terbentuk. Kemudian terdapat 257 firma.
2. Bandung
Kabupaten Bandung sendiri membukukan temuan kasus pencemaran udara sebanyak 75 pada tahun 2018.
Di tahun yang sama, pencemaran air di Bandung tercatat sebanyak 170 dan pencemaran tanah 16 kasus.
Baca Juga: 10 Soal PTS, UTS IPA Kelas 4 SD atau MI Semester 1 Lengkap dengan Kunci Jawaban, Dijamin Keluar!
Gemerlap gempita Bandung memang tak bisa diragukan lagi. Wilayah ini bisa dibilang sebagai sentra Provinsi Jawa Barat.
Banyak wisatawan lokal-mancanegara berkunjung ke Bandung untuk menikmati keindahannya.
Budaya yang masih terjaga juga membetot daya tarik mata dunia. Sayang jika dua keistimewaan tersebut harus tenggelam gara-gara masalah lingkungan.
Baca Juga: Membentang Sepanjang 64 Km, Jalan Tol di Trans Sumatera Beroperasi Secara Gratis, Rute Mana Saja?
1. Bogor
Pada posisi pertama sebagai wilayah tercemar di Jawa Barat adalah Kabupaten Bogor.
Menurut BPS, tercatat ada 100 temuan pencemaran udara, 17 pencemaran tanah dan 179 pencemaran air.
Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berencana mengembangkan konsep Kawasan Peruntukan Industri (KPI) pada revisi Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW) di tahun 2022.
“Beda dengan kawasan industri, kalau kawasan industri satu hamparan bisa pabrik semua, sedangkan KPI bercampur dengan permukiman,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor, Dace Supriadi
Menurut dia, konsep ini akan menjadi pintu keluar bagi Pemerintah Kabupaten Bogor atas permasalahan keterbatasan penyediaan lahan untuk para investor.