

inNalar.com – Satu daerah di Jawa Tengah yang satu ini perlahan tapi pasti terus meningkatkan kualitas hidup warganya selama tiga tahun berturut-turut.
Terungkap dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat harapan hidup warga di daerah yang luasnya 1,43 persen dari total Jawa Tengah ini terus meningkat sejak tahun 2021 – 2023.
Daerah seluas 46,67 hektare ini berhasil menduduki peringkat tertinggi dengan tingkat rerata warga panjang umur paling tinggi di Jawa Tengah.
Apakah kamu bisa menebak wilayah mana kah yang dimaksudkan ini? Sedikit bocoran terlebih dahulu, kota yang dimaksudkan ini berada dekat Yogyakarta.
Kota sekitarnya yang mengelilingi wilayah yang satu ini di antaranya adalah Kabupaten Boyolali, Karanganyar, Klaten, Wonogiri, hingga Surakarta.
Pada tahun 2021, rata-rata warganya bisa hidup hingga mencapai usia 77,73 tahun.
Baca Juga: Google Translate Ketambahan 110 Bahasa Baru, Penutur Daerah di Pucuk Pulau Sumatra Ini Patut Bangga!
Tahun berikutnya, kualitas hidup mereka semakin meningkat sehingga panjang usia rerata mereka bisa mencapai 77,77,82 tahun.
Nah, menurut data terbaru BPS 2023 warga daerah di Jawa Tengah ini rerata harapan hidup mereka mencapai 77,86 tahun.
Rerata tingkat harapan hidup daerahnya menembus usia panjang umur tertinggi se-Provinsi Jawa Tengah lho.
Baca Juga: Berharta Unlimited, Simbol Kekayaan Sultan Miliarder Dubai Bukan Emas, Malah Hal Menyeramkan Ini
Adapun daerah yang memiliki rerata warga panjang umur tertinggi di Jawa Tengah ini, yaitu Kabupaten Sukoharjo.
Pencapaian ini rupanya diimbangi dengan deretan kualitas hidup warganya yang semakin meningkat.
Terbukti, akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan di daerahnya cukup banyak. Pada tahun 2023 sendiri, Sukoharjo memiliki 10 unit rumah sakit umum.
Selain itu, hampir setiap kecamatan di daerahnya mudah mengakses fasilitas Puskesmas.
“Tersedianya Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang terdapat hampir di seluruh kecamatan” dikutip inNalar.com dari BPS Sukoharjo 2024.
Hal tersebut diimbangi pula dengan jumlah tenaga medis yang cukup banyak, yakni mencapai 340 dokter, 2100 perawat, dan 612 bidan.
Sebagai selingan informasi, Rumah Sakit Umum Daerah Soekarno yang berada di Sukoharjo pun belum lama ini mencanangkan Program Nasehat Cegah Stunting, AKI, dan AKB pada Kamis, 11 Juli 2024.
Jika kita menilik kualitas pendidikan para warganya pun, ketersediaan guru, murid, dan sekolahnya pun cukup masif dan kondusif.
Pada Tahun Ajaran (TA) 2023/2024 diketahui Kabupaten Sukoharjo memiliki 206 sekolah Raudhatul Athfal (RA) yang berada di bawah naungan Kementerian Agama dengan total guru sebanyak 729 dan 11.553 murid.
Lebih lanjut, daerah ini pun juga memiliki Sekolah Dasar (SD) di bawah naungan Kemendikbud pada tahun ajaran yang sama sebanyak 86 sekolah.
Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri terbanyak berada di Kecamatan Sukoharjo, yakni sebanyak 7 sekolah.
Sementara sekolah swasta terbanyak tersebar di Kecamatan Kartasura, yakni sebanyak 13 sekolah.
Lalu bagaimana dengan akses para pelajar yang hendak bersekolah di Sekolah Menengah Atas (SMA)?
Kecamatan Kartasura memiliki 2 sekolah negeri dan 6 sekolah swasta di daerahnya. Secara umum, Sukoharjo pun memiliki total 28 SMP baik negeri maupun swasta di daerahnya.
Bagi pelajar yang minat untuk lanjut ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pun aksesnya sangat berlimpah. Pasalnya terdapat setidaknya 10 sekolah kejuruan di Kecamatan Sukoharjo dan 8 sekolah lainnya di Kartasura.
Namun sayangnya di Kecamatan Mojolaban belum ada akses sekolah SMK di wilayahnya.
Jika kita mengintip bagaimana kualitas kehidupan warganya dilihat dari seberapa sehat lingkungannya dari tingkat kualitas udara daerahnya, Sukoharjo memiliki tingkat polusi yang rendah.
Merujuk pada informasi Air Quality Index (AQI), terpantau kualitas udaranya tidak jauh dari kualitas sedang-baik.
Dengan berbagai kemudahan akses dan kualitas lingkungan yang menyehatkan para masyarakat inilah yang membuat para warganya berpotensi memiliki tingkat harapan hidup tertinggi se-Jawa Tengah.***