

InNalar.com – Salah satu daerah di Indonesia yang berbatasan dengan Malaysia adalah provinsi Kalimantan Barat.
Selain itu, ternyata di Kabupaten Kapuas Hulu yang berbatasan dengan negeri tetangga ini juga tengah dilakukan pembangunan bandara.
Bahkan pembangunan bandar udara ini juga diklaim akan jadi yang termegah.
Perlu diperhatikan, bandar udara termegah yang dimaksud tentu saja berada di kelasnya, karena lapangan terbang ini berada di Kelas II.
Sebenarnya bandar udara ini sudah beroperasi sejak lama, karena sudah ada dari tahun 2009.
Akan tetapi pada tahun 2009 pesawat yang bisa menggunakan lapangan terbang ini hanyalah ATR 42.
Akhirnya karena kondisinya dapat dibilang memprihatinkan, maka sejak tahun 2011 hingga 2020 pemerintah melakukan pengembangan pada bandar udara tersebut.
Karena pengembangan tersebut, kini bandar udara ini telah memiliki landasan pacu sepanjang 1.800 meter dengan lebar 30 meter.
Namun, ternyata pengembangan lapangan terbang yang berada di kabupaten Kapuas Hulu yang berbatasan dengan Malaysia tidak berhenti disitu saja.
Karena pada tahun 2023 pemerintah juga akan melakukan pembangunan kembali pada bandar udara ini.
Jika mengikuti master plan, maka nantinya bandar udara yang berada di Kalimantan Barat ini akan memiliki landasan pacu sepanjang 2.050 meter dengan lebar 45 meter.
Ditambah lagi akan ada pula terminal kargo, sehingga akan memudahkan ekspor dan penyimpanan barang-barang penumpang.
Adapun nama bandar udara ini adalah Bandara Pangsuma yang terletak di Kapuas Hulu, yang berbatasan dengan Malaysia dan juga berbatasan dengan Kalimantan Timur dekat IKN.
Maka dari itulah pengembangan bandar udara ini juga akan membantu mobilitas di IKN, Kalimantan Timur.
Sekedar informasi, sebenarnya bandar udara Pangsuma hanya memiliki satu maskapai yang beroperasi dengan rute penerbangan ke Pontianak.
Selain itu, jadwal penerbangannya juga hanya terjadi sebanyak tiga kali dalam seminggu dengan harga tiket rata-rata Rp1,6 juta.
Dengan adanya pengembangan bandar udara Pangsuma, maka ditargetkan nantinya menjadi mampu menampung kapasitas hingga 229.000 penumpang per tahun.
Bahkan desain dari pengembangan bandar udara ini juga akan berkonsep sisi kedaerahan Kalimantan Barat.
Konsep Desainnya yakni seperti jembatan kapuas, betang, masjid dan danau sentarum dan lain-lain.
Sebab itulah lapangan terbang ini disebut akan jadi yang termegah di bandar udara kelas II dan diharapkan jadi kebanggan bagi para masyarakat Kapuas Hulu.
Dilansir InNalar.com dari Pemkab Kapuas Hulu, dalam melakukan pengembangan tersebut, anggaran yang dikucurkan yaitu sebanyak Rp 47 miliar menggunakan sistem multi years 2023-2024.
Akan tetapi, dalam melakukan pengembangan bandar udara tersebut anggaran yang diberikan dilakukan secara berkala.
Karena pada tahun 2023 anggaran yang diberikan yakni hanya sebanyak Rp 15 miliar.
Sedangkan sebanyak Rp 32 miliar akan dikucurkan pada tahun 2024.
Saat menjumlahkan di atas, maka totalnya akan menghabiskan Rp 47 miliar.
Diketahui pada Oktober 2023 kemarin progres pengembangannya telah mencapai 12%.
Jika sesuai target, maka Bandara Pangsuma ini akan rampung pada tahun 2024. ***