Cuma Ada di Jepang! Pemerintah Adakan Kampanye Kontes Ajak Generasi Muda Banyak Minum Alkohol

inNalar.com – Simak berikut ini tentang pemerintah Jepang yang mengadakan kampanye untuk mengajak generasi muda meminum banyak alkohol.

Berdasarkan laporan Japan Times, kampanye ini berawal dari dampak ekonomi setelah COVID-19 di Jepang. 18 Agustus 2022.

Dampak ekonomi tersebut membuat sejumlah bar dan tempat yang menjual alkohol terpuruk saat adanya pembatasan akibat Covid-19. 

Itu menyebabkan penjualan dan pendapatan pajak minuman keras anjlok di negara Sakura tersebut.

 Baca Juga: Profil, Biodata dan Kekayaan Elon Musk, Serta Rumor Beli Klub Bola Manchester United

Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah memutuskan menekan penjualan minuman beralkohol. 

Salah satunya caranya ialah dengan kampanye “Sake Viva!” yang diawasi oleh Badan Pajak Nasional.

Kampanye tersebut berupa kontes dimana para peserta bisa mengajukan ide yang bertujuan meningkatkan permintaan semua jenis alkohol Jepang di kalangan anak muda.

Caranya bisa melalui layanan baru, metode promosi, produk, desain, dan bahkan teknik penjualan menggunakan teknologi.

 Baca Juga: Salman Rushdie Seorang Penulis Ayat-Ayat Setan Ditikam, Ternyata Beginilah Fakta dibaliknya

Kontes ini akan dibuka hingga 9 September. Finalis akan diundang ke konsultasi ahli pada Oktober, sebelum turnamen final pada November di Tokyo.

Dilansil oleh Japan Times, kantor pajak untuk pemenang dari kontes kampanye ini akan menerima dukungan dan akan dikomersialkan. 

Meskipun begitu, masih banyak pihak yang tidak setuju dengan keputasan pemerintahnya.

Salah satunya dari Kementerian Kesehatan Jepang yang sebelumnya telah memperingatkan bahaya minum berlebihan. 

 Baca Juga: Cacar Monyet Menyebar Cepat di Amerika, Pemerintah Amerika Serikat Gagal dan Mulai Kewalahan

Hal yang sama juga diutarakan oleh pengkritik yang menilai bahwa tidak pantas bagi lembaga pemerintah mendorong kaum muda untuk minum.

Ditambah kampanye tersebut tidak mempertimbangkan risiko kesehatan.

Dikutip Japan Times, diketahui saat ini sebanyak 30% orang berusia 40-an hingga 60-an minum alkohol, dibandingkan hanya 7,8% untuk orang berusia 20-an.

Itu menunjukan adanya penurunan kebiasaan minum dari tahun ke tahun yang akan berdampak pada menyusutnya pasar domestik.

Data pajak juga menunjukan pada laporan 2021, bea atas minuman keras telah menurun dalam beberapa dekade terakhir, sedangkan alkohol Jepang telah menjadi sumber pendapatan utama bagi pemerintah selama berabad-abad.***

 

Rekomendasi