

inNalar.com – Objek wisata Ombak Bono merupakan salah satu kawasan pariwisata di Provinsi Riau yang sudah lama fenomenal.
Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang berbondong-bondong datang ke destinasi wisata fenomenal Riau tersebut untuk bermain selancar.
Menurut beberapa sumber, biasanya Ombak Bono terbesar di Provinsi Riau terjadi pada bulan November hingga bulan Desember.
Baca Juga: Biayanya Rp 165 Triliun! Riau Siap Bangun Jembatan Termahal Sekaligus Terpanjang di Dunia?
Ombak Bono atau seringkali disebut Gelombang Bono sebenarnya merupakan suatu fenomena alam yang terjadi di muara sungai, seperti halnya Sungai Kampar, Riau.
Letak dari Ombak Bono berada di Desa Teluk Meranti, sepanjang Sungai Kampar hingga Sungai Rokan, Kabupaten Pelalawan.
Yang mana letak tersebut lokasinya berjarak 90 kilometer dari ibukota Riau, Kota Pekanbaru.
Bono merupakan fenomena alam di Provinsi Riau yang datang sebelum pasang.
Biasanya, air dari laut akan mengalir masuk dan bertemu dengan air yang berada di sungai Kampar Riau.
Sehingga, akibat peretemuan dua arus air tersebut mengakibatkan gelombang dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Selain dari peristiwa tersebut juga akan didapati suara seperti suara guntur dan suara angin kencang di sepanjang aliran sungai Kampar, Riau.
Biasanya pada musim pasang tinggi, gelombang air di Sungai Kampar Provinsi Riau dapat mencapai 4 hingga 6 meter.
Yang mana gelombang air tersebut membentang dari tepi sungai ke tepi lainnya dan menutupi keseluruhan badan sungai.
Uniknya, peristiwa Ombak Bono di Sungai Kampar Riau terjadi setiap hari, baik itu siang maupun malam harinya.
Beberapa masyarakat sekitar Desa Teluk Meranti, Provinsi Riau menjadikan Ombak Bono sebagai destinasi wisata yang menguji ketangkasan.
Banyaknya wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Ombak Bono, Riau bertujuan untuk melakukan aktivitas air seperti berenang, memancing, selancar, daln lainnya.***