Cuma 5,6 Kilometer, Kenapa Proyek Kelok 18 JJLS Yogyakarta Alot dan Makan Anggaran sampai Rp254 Miliar?

inNalar.com – Pembangunan infrastruktur jalan kelok 18 di Bantul dan Gunungkidul masih terus dikerjakan.

Proyek tersebut merupakan bagian dari proyek Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang pengerjaannya kini tengah dikebut pemerintah.

Jalan Kelok juga disebut dengan ruas Kretek-Girijati yang nantinya akan menghubungkan Kabupaten Bantul dengan Gunungkidul.

Baca Juga: Kenaikan Gaji Pensiunan PNS Golongan II Capai Rp3,2 Juta, Bagaimana Nasib Lainnya?

Meski pendek dan hanya memiliki panjang 5,6 km, jalan Kelok 18 diperkirakan akan menelan biaya fantastis dan waktu yang panjang.

Hal itu sebagaimana diakui oleh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-D.I Yogyakarta, Rien Marlia.

Telan Anggaran Rp254 Miliar

Baca Juga: Buntut Terjerat Kasus Narkoba, 2 Tenaga Honorer di Lumajang Ini Gagal Jadi ASN, Bupati Langsung Pecat Oknumnya?

Rien Marlia dalam perbincangannya di YouTube PUPR Bina Marga, mengungkapkan alasan kenapa pembangunan jalur tersebut alot dan mahal.

Menurutnya, medan atau topografi yang sangat sulit adalah faktor utamanya.

Terlebih, Rien mengungkapkan bahwa jalan tersebut ternyata sepenuhnya baru dan belum pernah ada jalur sebelumnya.

Baca Juga: Banyak yang Belum Tahu, Inilah Sederet Tunjangan Kinerja PNS BPK di Indonesia, Tertinggi Tembus Rp20 Juta

Diketahui, jalan tersebut akan menghabiskan anggaran senilai Rp254 miliar dan estimasi waktu pembangunan sampai 740 hari atau kurang lebih 2 tahun.

Masa pelaksanaan tersebut bahkan jauh lebih lama dibandingkan ruas Tepus-Jerukwudel yang panjangnya 10 km lebih.

Topografi yang sulit membuat desain dan pelaksanaan pengerjaan jalan Kelok 18 itu membutuhkan waktu yang lama.

Sesuai namanya, Kelok 18 memiliki banyak kelok dan membelah kawasan perbukitan di wilayah Kretek, Bantul hingga Girijati, Purwosari, Gunungkidul.

Infrastruktur jalan tersebut digadang-gadang bakal menjadi jalan ikonik.

Diharapkan, Kelok 18 dapat semakin memudahkan aksesibilitas masyarakat dan menunjang mobilitas ekonomi dan pariwisata.***

 

Rekomendasi