Cuma 1 Bulan Saja! Kemenag Telah Buka Pendaftaran SPAN PTKIN Bagi Jenjang MA Sederajat, Berikut Cara Daftarnya

inNalar.com – Kemenag telah membuka pendaftaran Selesksi Prestasi Akademik Nasional pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN) hanya dalam waktu 2 minggu untuk MA sederajat.

Jalur SPAN PTKIN merupakan salah satu jalur masuk perguruan tinggi di Indonesia yang menggunnakan nilai rapot sebagai bahan pertimbangan lolos ke perguruan tinggi keagaamaan negeri.

Jalur ini telah dibuka oleh Kemenag pada tanggal 10 Februari yang lalu dan berakhir pada 6 Maret 2024 untuk seluruh MA sederajat.

Baca Juga: There Are Twenty Books on the Shelf, Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 3 SD Kurikulum Merdeka: Chapter 10 Hlm. 128-139

Estimasi waktu yang diberikan oleh Kementerian Agama untuk mengurusi segala dokumen hanya sekitar 24 hari.

Setelah jalur ini ditutup, calon mahasiswa yang ingin mendaftarkan dirinya ke kampus yang dinaungi Kemenag hanya dapat melalui jalur SNBT, UM-PTKIN dan Mandiri.

Melansir dari akun resmi Kementerian Agama, Kepala Panitia Seleksi Nasional, Abdul Hadi mengatakan siswa sudah dapat mengunggah dokumen persyaratan yang diperlukan bagi calon mahasiswa.

Baca Juga: Siswa MAN 2 Bekasi Desak Kepala Sekolah Mundur, Buntut Anggaran Sekolah yang Dinilai Tidak Transparan

Abdul memaparkan ini saat adanya kegiatan sosialisasi pendaftaran yang dilakukan secara daring pada 12 Februari 2025 yang lalu.

Kegiatan ini dihadari oleh semua penanggungjawab TIK, Verifikator Rapot, dan Humas dari seluruh Kampus dibawah naungan Kemenag seluruh Indonesia.

inNalar.com akan menyusun secara singkat alur agar siswa siswi dari MA sederajat bisa mendaftar di SPAN PTKIN.

Baca Juga: Prabowo Reshuffle Kabinet, Intip Profil Brian Yuliarto, Dosen ITB yang Digadang Jadi Pengganti Mendikti Saintek Satryo

1. Jalur SPAN PTKIN hanya bisa diikuti oleh siswa yang berada di kelas terakhir tahun 2025 di jenjang MA sederajat.

2. Jenjang MA sederajat mencakup MA/MAK/SMK/SMA/Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah/Mua’dalah Salafiyah/Pendidikan Diniyah Formal/Mua’dalah Muallimin.

3. Terdapat kriteria khusus untuk para siswa, yaitu dengan memiliki nilai prestasi akademik yang baik dan memenuhi syarat dari PTKIN.

4. Setiap sekolah yangin mendaftarkan anak didiknya, para siswa harus memiliki Nomor Induk Siswa Nasional.

5. Pihak Sekolah harus mengisikan nilai rapot siswa mulai dari kelas 10 (Semester 1 dan 2), Kelas 11 (Semester 1 dan 2) dan Kelas 12 ( Semester 1) di portal PDSS.

Baca Juga: Gaji Dosen di Timor Leste Bikin Melongo, Lebih Besar dari Indonesia?

6. Setelah itu, murid harus mengisikan dokumen-dokumen pendukung sebagai syarat pendaftaran di akun masing-masing calon mahasiswa.

Calon mahasiswa dari setiap sekolah di Indonesia diharapkan dapat membawa angin segar bagi perguruan tinggi yang menampung mereka.

Pihak sekolah mempunyai peran penting agar setiap anak didiknya mendapatkan haknya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

Baca Juga: Gelar Aksi Demo Terkait Efisiensi Anggaran, Mahasiswa Indonesia Minta Prabowo Kabulkan 13 Permintaan Ini

Jadi diharapkan pihak sekolah dapat meminimalisir kesalahan yang berakibat fatal bagi anak didiknya.

Persaingan untuk mendapatkan tiket emas masuk perguruan islam negeri di Indonesia akan semakin meriah, karena tidak hanya MA saja yang mengikuti jalur SPAN PTKIN ini.

Semoga pada tahun 2025 ini, perguruan islam negeri di Indoensia mendapatkan mahasiswa yang potensial untuk mengemban ilmu pendidikan di kampus mereka.

Kemenag juga menjadi lembaga yang turut andil dalam perkembangan ilmu kependidikan di tanah air dengan membuka jalur ini.***

REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]

Cuma 1 Bulan Saja! Kemenag Telah Buka Pendaftaran SPAN PTKIN Bagi Jenjang MA Sederajat, Berikut Cara Daftarnya

inNalar.com – Kemenag telah membuka pendaftaran Selesksi Prestasi Akademik Nasional pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN) hanya dalam waktu 2 minggu untuk MA sederajat.

Jalur SPAN PTKIN merupakan salah satu jalur masuk perguruan tinggi di Indonesia yang menggunnakan nilai rapot sebagai bahan pertimbangan lolos ke perguruan tinggi keagaamaan negeri.

Jalur ini telah dibuka oleh Kemenag pada tanggal 10 Februari yang lalu dan berakhir pada 6 Maret 2024 untuk seluruh MA sederajat.

Baca Juga: There Are Twenty Books on the Shelf, Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 3 SD Kurikulum Merdeka: Chapter 10 Hlm. 128-139

Estimasi waktu yang diberikan oleh Kementerian Agama untuk mengurusi segala dokumen hanya sekitar 24 hari.

Setelah jalur ini ditutup, calon mahasiswa yang ingin mendaftarkan dirinya ke kampus yang dinaungi Kemenag hanya dapat melalui jalur SNBT, UM-PTKIN dan Mandiri.

Melansir dari akun resmi Kementerian Agama, Kepala Panitia Seleksi Nasional, Abdul Hadi mengatakan siswa sudah dapat mengunggah dokumen persyaratan yang diperlukan bagi calon mahasiswa.

Baca Juga: Siswa MAN 2 Bekasi Desak Kepala Sekolah Mundur, Buntut Anggaran Sekolah yang Dinilai Tidak Transparan

Abdul memaparkan ini saat adanya kegiatan sosialisasi pendaftaran yang dilakukan secara daring pada 12 Februari 2025 yang lalu.

Kegiatan ini dihadari oleh semua penanggungjawab TIK, Verifikator Rapot, dan Humas dari seluruh Kampus dibawah naungan Kemenag seluruh Indonesia.

inNalar.com akan menyusun secara singkat alur agar siswa siswi dari MA sederajat bisa mendaftar di SPAN PTKIN.

Baca Juga: Prabowo Reshuffle Kabinet, Intip Profil Brian Yuliarto, Dosen ITB yang Digadang Jadi Pengganti Mendikti Saintek Satryo

1. Jalur SPAN PTKIN hanya bisa diikuti oleh siswa yang berada di kelas terakhir tahun 2025 di jenjang MA sederajat.

2. Jenjang MA sederajat mencakup MA/MAK/SMK/SMA/Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah/Mua’dalah Salafiyah/Pendidikan Diniyah Formal/Mua’dalah Muallimin.

3. Terdapat kriteria khusus untuk para siswa, yaitu dengan memiliki nilai prestasi akademik yang baik dan memenuhi syarat dari PTKIN.

4. Setiap sekolah yangin mendaftarkan anak didiknya, para siswa harus memiliki Nomor Induk Siswa Nasional.

5. Pihak Sekolah harus mengisikan nilai rapot siswa mulai dari kelas 10 (Semester 1 dan 2), Kelas 11 (Semester 1 dan 2) dan Kelas 12 ( Semester 1) di portal PDSS.

Baca Juga: Gaji Dosen di Timor Leste Bikin Melongo, Lebih Besar dari Indonesia?

6. Setelah itu, murid harus mengisikan dokumen-dokumen pendukung sebagai syarat pendaftaran di akun masing-masing calon mahasiswa.

Calon mahasiswa dari setiap sekolah di Indonesia diharapkan dapat membawa angin segar bagi perguruan tinggi yang menampung mereka.

Pihak sekolah mempunyai peran penting agar setiap anak didiknya mendapatkan haknya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

Baca Juga: Gelar Aksi Demo Terkait Efisiensi Anggaran, Mahasiswa Indonesia Minta Prabowo Kabulkan 13 Permintaan Ini

Jadi diharapkan pihak sekolah dapat meminimalisir kesalahan yang berakibat fatal bagi anak didiknya.

Persaingan untuk mendapatkan tiket emas masuk perguruan islam negeri di Indonesia akan semakin meriah, karena tidak hanya MA saja yang mengikuti jalur SPAN PTKIN ini.

Semoga pada tahun 2025 ini, perguruan islam negeri di Indoensia mendapatkan mahasiswa yang potensial untuk mengemban ilmu pendidikan di kampus mereka.

Kemenag juga menjadi lembaga yang turut andil dalam perkembangan ilmu kependidikan di tanah air dengan membuka jalur ini.***

REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]