Covid-19 Varian XBB Terdeteksi di Indonesia, Menkes Ungkap ada Ujian di Awal Tahun Nanti

inNalar.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta semua pihak untuk bekerja sama dalam penanganan virus Covid-19 varian XBB.

Yaitu dengan memperkuat efektivitas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan protokol kesehatan (prokes) selama penyebaran virus Covid-19 varian XBB.

“Singapura sekarang kasusnya naik lagi ke 6.000 per hari, karena ada kasus varian baru yaitu XBB. Varian ini juga sudah masuk di Indonesia dan sedang kita amati terus,” kata Budi dalam Capaian Kerja Pemerintah 2022.

Baca Juga: The Lucky Laki Akan Reuni, El Rumi : Banyak Tawaran Tapi Masih Susah Jika Saat Ini

Telah beredar kabar jika virus Covid-19 dengan varian terbarunya yaitu XBB sudah masuk Indonesia.

Sehingga dengan adanya peristiwa ini, masyarakat indonesia diminta waspada atas munculnya varian baru virus Covid-19 varian XBB ini.

Selain itu, pemerintah juga meminta kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan terkait adanya virus Covid-19 varian XBB.

Baca Juga: Daftar iPhone yang Tidak Bisa Gunakan WhatsApp: Berikut Syarat Akses Secara Normal, Fanboy Apple Harus Tahu!

Subvarian Omicron XBB telah terdeteksi di Indonesia, masyarakat diminta waspada dan memperkuat protokol kesehatan, terutama memakai masker.
 
Varian XBB menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 yang tajam di Singapura, diiringi dengan peningkatan tren perawatan di rumah sakit.

“Peningkatan kasus gelombang XBB di singapura berlangsung cepat dan sudah mencapai 0,79 kali gelombang BA.5 dan 0,46 kali gelombang BA.2” Ujar Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. M. Syahril.

Baca Juga: Chainsaw Man Episode 3 Kapan Rilis? Jadwal Tayang dan Sinopsis: Hubungan Antara Denji dan Power

Namun, sejak pertama kali ditemukan, sebanyak 24 negara yang melaporkan beberapa kasus Omicron varian XBB termasuk Indonesia.

Kasus pertama XBB di Indonesia merupakan transmisi lokal, terdeteksi pada seorang perempuan, berusia 29 tahun yang baru saja kembali dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Ada gejala seperti batuk, pilek dan demam. Ia kemudian melakukan pemeriksaan dan dinyatakan positif pada 26 September. Setelah menjalani isolasi, pasien telah dinyatakan sembuh pada 3 Oktober” jelas dr. Syahril.

Baca Juga: Covid-19 XBB Masuk Indonesia, Menkes Tekankan : Singapura Kasusnya Naik Lagi ke 6 Ribu per Hari

Dalam penjelasannya dr. Syahril meminta masyarakat mengedepankan protokol kesehatan seperti melakukan testing apabila mengalami tanda dan gejala Covid-19. Selain itu juga menyegerakan vaksinasi Covid-19.
 
“Segera lakukan booster bagi yang belum, untuk mengurangi kesakitan dan kematian akibat Covid-19,” terang Jubir Syahril.
 
Kemenkes juga sudah meningkatkan pengawasan kedatangan WNI dan WNA di pintu-pintu masuk negara.***

Rekomendasi