

InNalar.com – Covid-19 yang berkepanjangan ternyata bisa memberikan dampak buruk kepada para penyintasnya.
Dampak buruk tersebut bisa berupa banyaknya kerusakan organ yang diderita para penyintas Covid-19.
Penyintas Covid-19 ternyata lebih rentan mengalami kerusakan organ usai terjangkit Covid-19 berkepanjangan.
Melansir dari Sky Sports, kerusakan organ itu meliputi paru-paru, otak hingga ginjal.
Para penyintas Covid-19 rata-rata mengalami masalah paru-paru 14 kali lebih tinggi.
Sedangkan otak dan ginjal masing-masing tiga dan dua kali lebih tinggi ketimbang yang tidak terjangkit Covid-19.
Namun seberapa parah kerusakan organ juga dipengaruhi oleh tingkat keparahan infeksi, usia dan penyakit bawaan dalam tubuh.
Dr Betty Raman selaku pemimpin studi ini menjelaskan bahwa orang yang memiliki lebih dari dua organ yang terkena dampaknya juga juga kemungkinan besar mengalami gangguan mental dan fisik yang parah.
“Jadi tampaknya hal ini bisa berdampak buruk pada kesehatan mental pasien yang sebelumnya di rawat karena infeksi (covid-19) ini,” kata Dr Betty Raman.
“Kami menemukan bahwa lima bulan setelah keluar dari rumah sakit, pasien yang sebelumnya dirawat di rumah sakit tiga kali lebih mungkin mengalami kelainan yang melibatkan banyak organ, termasuk paru-paru, otak, dan ginjal,” paparnya.
“Dampak terbesar yang kami lihat terjadi pada paru-paru, namun organ lain yang terkena dampaknya adalah otak dan ginjal,” jelasnya lagi.
Salah satu orang yang merasakan dampak ini adalah Tanysha Dissanayake mantan pemain tenis yang terpaksa pensiun karena terkena Covid-19.
Tanysha Dissanayake mengaku bahwa dirinya memiliki masalah pada jantung, hati, paru-paru dan rahim yang disebabkan oleh efek Covid-19 yang berkepanjangan.
Penelitan dan pengakuan tersebut juga dikonfrimasi oleh Dr Margaret O’Hara, salah satu pendiri Long Covid Support.
Ia mengatakan bahwa Covid-19 bukan sekadar virus yang menjangkit pernapasan saja namun juga memberikan dampak buruk jangka panjang pada penyintasnya.
Temuan ini juga berdasarkan analisis terhadap lebih dari 250 pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit akibat Covid-19.***