Ciptakan Mesin Ekonomi Baru di Bali Utara, Bandara Senilai Rp17 Triliun Ini Pautkan Benua Asia Eropa dengan Benua Australia dan Kawasan Pasifik

inNalar.com – Bandara Internasional di kawasan Bali Utara disiapkan untuk ciptakan mesin ekonomi baru di wilayah tersebut.

Melihat perkembangannya, bandara di Bali Utara ini dibangun guna menghubungkan Benua Asia dan Eropa dengan Benua Australia dan Kawasan Pasifik.

Menurut informasi yang dilansir dari laman resmi PT Bibu Panji Sakti, disebutkan bahwa bandara di Bali Utara ini telah memiliki sebanyak 25.000 staf bandara.

Baca Juga: Lakukan Audiensi, Paus Fransiskus Sebut Perang Israel-Hamas Bentuk Terorisme, Komite Yahudi Tak Terima?

Keseluruhan staf bandara dipastikan akan terlibat dan menginvestasikan hati maupun pikirannya demi kenyamanan penumpang.

Pada tanggal 25 November 2023, bandara baru di Bali Utara ini dibangun dengan anggaran sebesar Rp17 triliun.

Rencananya, bandara ini akan memiliki kapasitas sekitar 32 juta penumpang.

Baca Juga: Gaji Hanya Tersisa Rp400 Ribu, 80 Persen PNS dan PPPK di Jawa Barat Malah Terlilit Utang, Kinerjanya Makin Menurun?

Dengan kapasitasnya yang besar, bandara yang bakal jadi hub di Asia Tenggara ini dinobatkan sebagai sebagai bandara terbesar kedua se-Indonesia.

Diketahui nama dari proyek bandara ini adalah Bandara Internasional Bali Utara atau NBIA (North Bali International Airport).

Sebelumnya, proyek Bandara Internasional Bali Utara telah diinisiasi oleh Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika pada tanggal 9 Juli 2015 lalu.

Baca Juga: Mengerikan! Kronologi Meledaknya Balon Gas di SD Cimuning Bekasi Jawa Barat Saat Hari Guru Nasional

Proyek bandara yang seharusnya jadi yang terbesar kedua di Indonesia tersebut rencananya bakal dibangun di atas laut.

Lahannya sendiri bakal dibagi menjadi dua bagian, yakni bandar udara dan aerotropolis.

Rencananya konstruksi bandara ini akan memiliki 1 terminal penumpang utama dan dilengkapi dengan 3 terminal penumpang satelit.

Adapun pula 2 landasan pacu sejajar dan heliport serta seaport.

Namun, karena beberapa sebab tertentu, pada bulan Juli 2022 lalu, Presiden Joko Widodo menghapus projek bandara di Bali Utara ini dari Daftar Prioritas Pemerintah.

Pada bulan yang sama pula, Presiden Joko Widodo juga menghapus sekitar 9 mega proyek lainnya.

Itulah sedikit informasi terkait proyek bandara baru di Bali Utara yang direncanakan jadi hub utama di kawasan Asia Tenggara.***

 

 

Rekomendasi