

inNalar.com – Jembatan merupakan infrastruktur jalan yang sangat penting karena dapat menghubungkan 2 wilayah yang terpisah oleh letak geografis.
Apalagi jika wilayah tersebut dipisahkan oleh lautan yang sangat luas, sehingga pemerintah akan mengambil langkah pembangunan mega proyek untuk kepentingan masyarakatnya.
Negara China saat ini adalah negara Adidaya dibuktikan dengan pengembangan sains dan teknologi yang selalu meningkat.
Baca Juga: Ada Jembatan Unik di Tol IKN Seksi 3B, Tapi Manusia Jangan Coba-Coba Lewat
Hal tersebut juga didukung oleh kekuatan ekonominya yang sebanding dengan negara-negara di wilayah eropa.
Dikatakan jembatan terpanjang yang melewati laut karena jalur alternatif ini mengubungkan 3 negara dengan melewati jalur laut.
Ketiga negara tersebut adalah China, Makau dan Hongkong, awalnya mereka memiliki kepemerintahanya sendiri sampai pada akhirnya pada tahun 1997 Hongkong bergabung dengan negara tirai bambu disusul pada tahun 1999 Makau mengikuti jejak Hongkong.
Baca Juga: Kucurkan Dana Rp75 Miliar, Lahan Waduk di Jawa Tengah Seluas 75 Hektare Ini Bakal Dipercantik
Untuk menghubungkan Zhuhai dan Hongkong awalnya mereka hanya menggunakan jembatan Humen yang dibangun pada tahun 1997.
Dengan memakan waktu tempuh setidaknya 4 jam dengan jarak sekitar 200 kilometer hal ini tentunya membuat keterbatasan dalam rute perjalanan darat.
Atau menggunakan pilihan kedua yaitu menggunaakan moda transportasi laut seperti menaiki kapal feri ke Zuhai maupun ke Makau.
Perjalanan melewati laut dari Hongkong ke China maupun sebaliknya memakan waktu sekitar satu jam, ini sudah termasuk waktu tempuh bolak balik.
Kemudian untuk mempererat ikatan dari ketiga wilayah tersebut dibangunlah infrastruktur Jembatan Hongkong-Zhuhai-Makau (HZMB).
Ketika mega proyek ini dibangun HZMB mengubah waktu tempuh menjadi lebih singkat yaitu memakan waktu 30 menit sampai kurang dari 1 jam.
Baca Juga: Peran Kuat Agen BRILink di Pelosok Sumatera Utara, Bukti Keberhasilan BRI Perluas Inklusi Keuangan
Mega proyek ini dibangun mulai akhir tahun 2009 dan berakhir pada tahun 2018, dengan kata lain pengerjaanya telah melewati 9 tahun.
Anggaran yang dikeluarkan pemerintahan China untuk menyelesaikan pekerjaan ini mencapai Rp 290 triliun.
Jalur penghubung alternatif ini memiliki panjang total 55 kilometer dengan panjang terowongan bawa lautnya adalah sekitar 6 kilometer dan kontruksi bangunanya di rencang agar bisa bertahan 120 tahun.
Baca Juga: Presiden Prabowo Menargetkan Gedung Utama Pemerintahan di IKN Bakal Rampung Tahun 2028
Dengan kontruksinya yang luar biasa, jembatan ini menyabet berbagai penghargaan seperti jalan penghubung laut terpanjang, terowongan laut terpanjang, umur perawatan terlama di dunia, jalan hubung yang memiliki kontruksi terumit sedunia, jumlah investasi terbesar lagi di dunia, dsb.
Desain dari kontruksi bangunan tersebut dibuat melayang ditengah-tengah laut dan memiliki terowongan bawah laut.
Pembuatan desain tersebut berguna agar tidak menyulitkan transportasi laut yang terlalu sibuk, bahkan terowongan bawah lautnya dibuat dibuat di pulau buatan.
Pulau buatan yang dibangun oleh pemerintah China sebanyak 2 pulau dengan masing-masing memiliki luas sebesar 100 ribu meter persegi.
Sayangnya saat awal-awal pembukaan pada tahun 2019, jumlah kendaraan yang melewati jalur ini hanya 4.200 kendaraan.
Padahal awal penyelesaian mega proyek ini diharapkan dilewati sekitar 9 ribu sampai 14 ribu kendaraan.
Kejadian ini terjadi karena kendaraan yang melewati jalur alternatif ini harus mempunyai tiga plat daerah yaitu China, Makau dan Hongkong.
Namun pada tahun 2023 mega proyek Jembatan HZMB memiliki peningkatan signifikan mencapai 144 ribu penumpang yang masuk.
Jumlah ini telah melampaui rekor tertinggi yang diperoleh pada hari sebelumnya yaitu 130 ribu kendaraan.***(Wahyu Adji Nugraha)