China Lagi, Proyek Hilirisasi Pasir Silika di Rempang Eco City Batam Terima Gelontoran Dana Rp175 Triliun

inNalar.com – Indonesia memang masih memiliki banyak sekali potensi yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu contohnya adalah pasir silika.

Pasir silika atau yang juga sering disebut sebagai pasir kuarsa adalah pasir yang berasal dari proses pengikisan batuan (erosi) yang sudah terjadi selama jutaan tahun.

Pasir kuarsa sering disebut sebagai pasir silika karena mengandung sebuah mineral yang dinamakan ‘Silika’ atau Silika Dioksida (SiO2).

Baca Juga: Kantor Bupati Pohuwato, Gorontalo Dibakar Massa, Ini Duduk Perkaranya

Keberadaan pasir silika sendiri di Indonesia ini ada di beberapa tempat. Ada yang di Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kepulauan Riau.

Pada tahun 2023 ini, pemanfaatan pasir silika atau pasir kuarsa ini menjadi salah satu proyek hilirisasi dari pemerintah.

Proyek hilirisasi pasir silika di Kepulauan Riau ini terjadi di Pulau Rempang di kawasan Rempang Eco City, Batam, Kepulauan Riau.

Baca Juga: Kampung Unik di Sumatera Selatan Memiliki Ciri Khas Rumah Adat dan Pegunungan Terkenal, Punya Nama…

Seperti yang banyak terjadi di beberapa tempat, proyek hilirisasi di Pulau Rempang ini juga berhasil mendatangkan investor dari luar negeri, yakni China.

Investor dari China yang berinvestasi di proyek ini adalah Xinyi Group atau Xinyi Glass Holding Ltd..

Tidak tanggung-tanggung, jumlah yang Xinyi Group gelontorkan untuk proyek hilirisasi pasir silika di Pulau Rempang ini adalah sekitar USD $ 11,6 miliar atau Rp 175 triliun.

Baca Juga: Telan Rp16 Miliar? Patung Soekarno di Sumatera Selatan Malah Jadi Tembem, Netizen: Kok Kuning Kayak Kunir

Dalam proyek ini, Xinyi Group nantinya akan membangun sebuah pabrik kaca dan panel surya yang bahan baku utamanya menggunakan pasir silika atau pasir kuarsa.

Pabrik ini akan berdiri di lahan dengan luas sekitar 2.000 hektar. Pabrik kaca dan panel surya ini nantinya akan jadi yang terbesar kedua di dunia.

Dengan dibangunnya pabrik kaca dan panel surya ini di Pulau Rempang ini diperkirakan akan mampu menyerap tenaga kerja hingga 35 ribu orang.

Dilansir inNalar.com dari halmaheraselatankab.go.id, pada tanggal 18 Juli 2023 lalu, Menteri Investasi/Kepala Koordinasi Penanaman Modal (BPKM), Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sebagai tindak lanjut atas rencana investasi Xinyi Group di Pulau Rempang, Batam.

Kunjungan ini juga mencerminakan komitmen pemerintah dalam hilirisasi berbagai sektor industri di Indonesia.

Sebelum melakukan investasi di Pulau Rembang, Batam, sebelumnya Xinyi Group juga pernah melakukan investasi lain di Sulawesi Tengah (USD $ 6,88 miliar).

Selain itu, Xinyi Group juga melakukan investasi di Maluku Utara (USD $ 3,8 miliar), Jawa Barat (USD $ 5,21 miliar), Banten (USD $ 1,45 miliar), dan DKI Jakarta (USD $ 1,74 miliar).***

 

Rekomendasi