

inNalar.com – Selama beberapa dekade terakhir China menjadi negara yang memiliki perkembangan sangat pesat terutama dalam bidang konstruksinya.
Negeri tirai bambu ini membuat mega proyek senilai ribuan triliun rupiah untuk membangun kota masa depan yang bernama Kota Xiong’an.
Mega proyek China yang termahal di dunia ini adalah High Speed Rail (HSR).
Baca Juga: Dukung Transformasi Ekonomi Hijau, BRI Catatkan Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan Rp764,8 Triliun
Negara dengan ekonomi raksasa ini mulai membangun jalur High Speed Rail (HSR) yaitu jalur kereta berkecepatan tinggi pada tahun 2008 yang lalu.
Setelah 14 tahun berlalu jaringan kereta cepat ini telah berkembang pesat yang mana total panjang jalur kereta tersebut sudah lebih dari 40 ribu kilometer.
Tidak hanya itu, pada akhir tahun 2022 negara tersebut melanjutkan mega proyek jalur kereta cepat sepanjang 1.400 kilometer.
Total panjang seluruh jalur kereta api ini mencapai 150 ribu kilometer dengan nilai total investasi sebesar 117 miliar US dollar atau setara dengan Rp1.600 triliun rupiah pada tahun 2021.
Besarnya investasi pada jalur kereta api ini dikarenakan banyaknya penumpang yang naik kereta api tiap tahun yang mencapai 2,2 miliar penumpang tiap tahunnya.
Sedangkan untuk pengiriman cargo lewat kereta api dari China ke negara-negara di Eropa jumlahnya mencapai 74,9 miliar USD atau setara dengan Rp1.000 triliun rupiah pada tahun 2021.
Baca Juga: Proyek Turbin Pintar RI-China, PLTB Ini Bakal Pasok Listrik Hingga 200 MW Ke Daerah Timur Indonesia
Dengan adanya mega proyek termahal di dunia ini, rute perjalanan kereta kargo dari China ke Eropa tersebut memiliki lebih dari 50 ribu rute.
Keberhasilan mega proyek tersebut, jalur kereta tersebut China berhasil melesatkan kereta peluru yang bernama ‘fuxing‘.
Kereta ini mampu melaju dengan kecepatan maksimum 350 kilometer per jam.
Kereta tersebut merupakan generasi kereta cepat terbaru dengan jumlah terbesar di dunia yang jumlahnya mencapai 4000 unit.
Menariknya kereta cepat ini dikembangkan secara mandiri dengan 100% bahan lokal.
Kemudian, untuk menunjang jalur kereta cepat tersebut banyak dibangun stasiun kereta yang ukurannya sangat fantastis.
Diantaranya adalah kereta cepat bawah tanah Badaling.
Selain dinobatkan sebagai proyek kereta cepat termahal di dunia, stasiun ini juga memiliki areal yang luas dan menguruk tanah yang sangat dalam.
Tidak heran Badaling menjadi gunjingan publik, disebut sebagai stasiun terbesar dan terdalam di dunia.
Stasiun ini berlokasi dekat dengan pintu masuk Badaling yang di bagian populer dari tembok China yang telah berusia berabad-abad.
Stasiun Badaling tertelak 102 meter di bawah tanah dengan area seluas lebih dari 36.000 m² dan memiliki struktur 3 lantai.
Alasan stasiun ini dibuat jauh di bawah tanah adalah untuk melindungi tembok China dari kerusakan struktural.
Proyek pembangunan stasiun ini dimulai pada tahun 2016. Lalu, pembangunan terowongan dan stasiun membutuhkan waktu sekitar tiga tahun.
Uniknya stasiun ini menjadi tempat bagi eskalator yang terpanjang kedua di dunia dengan panjang 88 meter dan tingginya 42 meter. *** (Ummi Hasanah)