

inNalar.com – Kabar penjualan Chelsea resmi dikonfirmasi oleh sang pemilik, Roman Abramovich. Namun hingga kini belum ada benang merah siapa yang akan mengambil alih Chelsea.
Meskipun demikian, sedikitnya sudah ada 10 calon Investor yang sedang mempertimbangkan untuk mengajukan tawaran terhadap Chelsea.
“Hingga kini sudah ada 10 pihak yang sedang mempertimbangkan dan mengajukan penawaran terhadap Chelsea. Dengan bankir investasi yang mengerjakan penjualan, mengharapkan sebagian besar bunga datang dari Amerika Serikat”, dikutip dari Sky Sport.
Baca Juga: AC Milan Kalahkan Napoli 1-0, Olivier Giroud Bantu Tempatkan Rossoneri di Puncak Klasemen Serie A
Seperti diketahui, para investor dari Rusia, China, dan Timur Tengah telah mengakuisisi banyak klub Inggris selama dua dekade terakhir, tetapi itu semua telah berubah, setidaknya sejak tindakan keras Pemerintah China terhadap investasi asing.
Dan terbaru, Pemerintah Inggris merespon invasi Rusia ke Ukraina dengan berbagai sanksi, antara lain adalah pemblokiran beberapa asset Oligarki Rusia di Inggris.
Dalam hal ini satu nama Oligarki Rusia yang sangat populer dan punya banyak aset di Inggris adalah Bos Chelsea, Roman Abramovich.
Baca Juga: Buya Yahya Tegaskan Agar Waspada Terhadap Doa Orang yang Disakiti Karena Bisa Langsung Tembus Langit
Hingga akhirnya taipan Rusia itu resmi menjual klub London Barat tersebut karena berbagai tekanan politik terhadap dirinya. Tentunya ini berkaitan dengan kedekatannya terhadap Vladimir Putin, yang sedang menerapkan Agresi Militer ke Ukraina.
Sebaliknya, mayoritas pembeli potensial Chelsea, yang akan mendaftarkan nama mereka pada bank investasi The Raine Group, diperkirakan akan berbasis di Amerika Serikat. Abramovich, yang telah menetapkan harga £3 miliar (Rp 57 triliun) untuk penjualan The Blues, ingin memastikan klub dijual kepada seseorang atau kelompok yang akan melanjutkan kebijakannya.
Kebijakan yang dimaksud adalah berinvestasi dalam skuad Chelsea dengan salah satu tujuannya adalah untuk mengembangkan kembali Stamford Bridge, atau membangun stadion baru.
Baca Juga: Asmaul Husna Miliki Keutamaan Luar Biasa, Simak Penjelasan Syeikh Ali Jaber Berikut
Abramovich telah menggelontorkan dana £1,5 miliar atau sekitar Rp 28,8 triliun kurs saat ini ke Chelsea, sejak ia membeli The Blues dalam kesepakatan senilai £140 juta atau sekitar Rp 2 triliun kurs saat ini, pada 2003. Dalam Akun terbarunya, Chelsea telah menunjukkan omset senilai £416 juta (Rp 7,9 triliun) dan kerugian senilai £145 juta (Rp 2,7 triliun) setelah pajak tahunan yang berakhir di 30 Juni 2021.
Sementara Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss, tampaknya ingin memberikan sanksi kepada Abramovich. Namun Badan Hukum Nasional perlu lebih dulu untuk membuktikan hubungan miliarder Rusia tersebut dengan Vladimir Putin, sebelum nantinya pemerintah Inggris bisa mengambil tindakan lebih lanjut.
Beberapa pihak memang dikabarkan sedang mendekati pihak Abramovich dalam rangka pembelian Chelsea. Salah satunya adalah Konsorsium Todd Boehly-Hansjorg Wyss. Konsorsium tersebut bahkan pernah mencoba untuk membeli Chelsea dalam kesepakatan senilai £ 2.2 miliar atau sekitar Rp 42 triliun kurs saat ini, sekitar tiga tahun lalu. Dan saat ini Konsorsium tersebut tampaknya masih ingin mengambil alih The Blues.
Todd Boehly, Pemilik LA Dodgers, telah bekerja sama dengan miliarder Swiss, Hansjorg Wyss, dalam rencana pengambilalihan Chelsea. Namun banyak pihak menilai bahwa mereka tidak mungkin membayar harga yang diminta Abramovich yaitu sebesar £3 miliar.
Sementara Muhsin Bayrak, Konglomerat dan Juru bicara serikat pengusaha Turki, mengatakan, bahwa dia telah mengajukan tawaran untuk Chelsea. Bayrak adalah seorang miliarder kelahiran Turki yang punya kelompok bisnis bernama AB Group Holding. Bayrak diketahui telah melakukan investasi di bidang real estat, energi, pariwisata, dan cryptocurrency.
Ada juga RedBird Capital Partners, Perusahaan ekuitas swasta Amerika Serikat, yang pada April 2021 lalu telah membayar sebesar £533 juta atau sekitar Rp 10,2 triliun kurs saat ini untuk 11 persen saham pemilik Liverpool, Fenway Sports Group. Namun regulasi Premier League tidak memperbolehkan Investor untuk mempunyai lebih dari satu klub.
Baca Juga: Persikota Kalah dari Farmel FC, Prilly Latuconsina: Saya Sedih Sama Persepakbolaan Indonesia
Selain itu ada Thomas Ricketts, Presiden tim Baseball Amerika, Chicago Cubs, juga sedang mencari peluang untuk berinvestasi di luar AS. Salah satu yang menarik minatnya adalah pembelian terhadap Chelsea. Ricketts juga menjadi bagian dari konsorsium yang mencoba membeli AC Milan pada 2018.
Sementara Nick Candy, Pengembang properti dan salah satu pendukung Chelsea, tertarik membentuk konsorsium untuk membeli klub London Barat tersebut.
Dan yang paling fenomenal adalah Conor McGregor, Petarung MMA dan pendukung Manchester United tersebut, juga mengklaim di media sosial bahwa ia sudah menawarkan £1,5 miliar atau sekitar Rp 28,8 triliun kurs saat ini untuk pengambilalihan Chelsea. Namun Chelsea lewat akun media sosial resminya justru mengeluarkan lelucon sarkas dalam merespon pernyataan McGregor tersebut.
Sir Jim Ratcliffe, salah satu Orang terkaya di Inggris, juga pernah dikabarkan mempertimbangkan pembelian Chelsea sebelumnya. Namun sebelumnya Ratcliffe diketahui pernah berkomentar bahwa klub-klub Liga Inggris terlalu mahal baginya. Ia kemudian membeli Nice dan FC Lausanne sebagai gantinya.
Terakhir, ada nama Loutfy Mansour, Pengusaha Mesir ini adalah pemegang tiket musiman Chelsea. Namun juru bicaranya mengatakan dia masih mempertimbangkan tawaran terhadap pengambilalihan Chelsea.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi