

inNalar.com – Melakukan foto selfie dan mengunggahnya di media sosial saat ini sudah menjadi suatu hal yang sangat populer.
Baik remaja, orang dewasa, maupun anak kecil kini berlomba-lomba membangun galeri media sosialnya agar terlihat elegan dan mengikuti trend terkini.
Swafoto atau selfie sejatinya bukan hal yang dilarang, selama hal itu tidak menimbulkan syahwat atau nafsu bagi orang lain.
Baca Juga: Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 6 SD Halaman 4 5 Buku Tematik Subtema 1 Pembelajaran 1
Namun, perlu dicermati bahwa apapun yang kita unggah di media sosial bisa menjadi dampak positif maupun negatif di kemudian hari.
Mengingat, saat memasuki dunia maya, segala hal yang dibagikan sangat sulit untuk dikendalikan. Dan tentu saja sudah menjadi konsumsi publik.
Kendati demikian, tahukah kamu? Bahwa foto selfie yang diunggah di media sosial dapat mengundang penyakit ain terhadap diri kita.
Penyakit ain sendiri merupakan penyakit non media yang dipicu oleh pandangan yang disertai rasa iri, dengki oleh orang lain.
Hal ini sebagaimana dijelaskan Buya Yahya dalam salah satu ceramahnya.
Buya Yahya mewanti-wanti untuk lebih bijak dalam mengunggah sebuah foto di media sosial, seperti Instagram.
Baca Juga: Penyebab BSU Tidak Bisa Cair, Ternyata Salah Data Diri dan Rekening Penerima Jadi Penyebab Utama
Terlebih kepada seorang wanita yang sangat rentan mengundang hawa nafsu seseorang.
“Kalau orang menempelkan fotonya di media sosial, sebaiknya hal yang wajar,” kata Buya Yahya.
Lebih lanjut, Buya Yahya mengatakan bahwa penyakit ain benar adanya dan dipicu karena sebuah pandangan yang mengagumi seseorang.
“Dia itu akan menjadi tersakiti, tiba-tiba menangis,” ujarnya.
Bukan tanpa alasan, hanya melalui media foto ternyata dapat menimbulkan sebuah sifat hasut terhadap diri seseorang.
“Jadi karena tampak ganteng, kemudian ada pengaruhnya, dari yang jiwa busuk tadi, ada hasut didalamnya,” sambung Buya Yahya.
Baca Juga: 5 Penyebab BSU 2022 Tidak Cair, Begini Cara Mendaftar Agar BSU Bisa Dicairkan ke Rekening Anda
Akan tetapi, Buya Yahya mengatakan untuk tidak terlalu khawatir dengan penyakit ain. Asalkan, bisa membentengi diri dengan ayat-ayat suci Al Quran dan taat menjalankan ibadah.
“Kalau orang shalih, tidak ada pengaruhnya penyakit ain itu,” ungkap Buya Yahya.***