Ceramah Ustadz Khalid Basalamah Tentang Keutamaan Puasa Ramadhan

inNalar.com – Ustadz Khalid Basalamah dalam ceramahnya yang berjudul “Keutamaan Puasa (2022)” menerangkan beberapa keutamaan berpuasa yang pahalanya berlipat-lipat.

Keutamaan puasa adalah sesuatu yang agung. Di antara hadits shahih yang menerangkan keutamaannya adalah bahwasanya puasa telah dikhususkan oleh Allah SWT bagi dirinya. Dan bahwasanya Dia adalah yang langsung memberikan pahala dengan melipatgandakan pahalanya untuk orang yang berpuasa dengan tanpa batas.

Ini berdasarkan pada hadits riwayat Bukhari & Muslim yang artinya: “Semua amal Bani Adam akan dilipatgandakan kebaikan sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Azza wa Jalla berfirman, “Kecuali puasa, maka ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya.”

Baca Juga: Kajian Ramadhan 2022: Ustadz Khalid Basalamah Jelaskan Sifat dan Tata Cara Wudhu ala Nabi Muhammad SAW

Hal ini juga sejalan dengan ayat Alquran pada surat Albaqarah ayat 183 tentang dasar diwajibkannya berpuasa, yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa. Sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”

Berpuasa juga harus bertujuan untuk mendapatkan pahala dan ridha dari Allah SWT. Selain mendapatkan pahala, dosa-dosa kita yang telah lampau juga akan diampuni oleh Allah SWT.

“Barang siapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR Bukhari & Muslim)

Baca Juga: Klarifikasi Ustadz Khalid Basalamah Terkait Pemusnahan Wayang, ‘Saya Tidak Bilang Haram’

Namun perlu diperhatikan adab dalam berpuasa. Hal-hal apa saja yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Di antara hal yang tidak boleh dilakukan ketika berpuasa adalah berdusta. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari & Muslim di bawah ini.

“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang ia tahan.” (HR Bukhari & Muslim)

Jadi kalau berpuasa tapi masih suka berdusta atau berbohong, maka batal puasanya.***

Rekomendasi

Ceramah Ustadz Khalid Basalamah Tentang Keutamaan Puasa Ramadhan

inNalar.com – Ustadz Khalid Basalamah dalam ceramahnya yang berjudul “Keutamaan Puasa (2022)” menerangkan beberapa keutamaan berpuasa yang pahalanya berlipat-lipat.

Keutamaan puasa adalah sesuatu yang agung. Di antara hadits shahih yang menerangkan keutamaannya adalah bahwasanya puasa telah dikhususkan oleh Allah SWT bagi dirinya. Dan bahwasanya Dia adalah yang langsung memberikan pahala dengan melipatgandakan pahalanya untuk orang yang berpuasa dengan tanpa batas.

Ini berdasarkan pada hadits riwayat Bukhari & Muslim yang artinya: “Semua amal Bani Adam akan dilipatgandakan kebaikan sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Azza wa Jalla berfirman, “Kecuali puasa, maka ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya.”

Baca Juga: Kajian Ramadhan 2022: Ustadz Khalid Basalamah Jelaskan Sifat dan Tata Cara Wudhu ala Nabi Muhammad SAW

Hal ini juga sejalan dengan ayat Alquran pada surat Albaqarah ayat 183 tentang dasar diwajibkannya berpuasa, yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa. Sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”

Berpuasa juga harus bertujuan untuk mendapatkan pahala dan ridha dari Allah SWT. Selain mendapatkan pahala, dosa-dosa kita yang telah lampau juga akan diampuni oleh Allah SWT.

“Barang siapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR Bukhari & Muslim)

Baca Juga: Klarifikasi Ustadz Khalid Basalamah Terkait Pemusnahan Wayang, ‘Saya Tidak Bilang Haram’

Namun perlu diperhatikan adab dalam berpuasa. Hal-hal apa saja yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Di antara hal yang tidak boleh dilakukan ketika berpuasa adalah berdusta. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari & Muslim di bawah ini.

“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang ia tahan.” (HR Bukhari & Muslim)

Jadi kalau berpuasa tapi masih suka berdusta atau berbohong, maka batal puasanya.***

Rekomendasi