

inNalar.com – Inilah ceramah Gus Baha terbaru 2022 yang membahas soal fenomena kejatuhan cicak yang dianggap sebagai malapetaka.
Gus Baha menyoroti kepercayaan warga Indonesia, khususnya suku Jawa terkait kejatuhan cicak bakal membawa petaka.
Menurut Gus Baha, bukan hanya suku Jawa yang meyakini cicak jatuh jadi pertanda buruk. Orang-orang Arab ternyata juga mempercayai hal yang sama tersebut.
Baca Juga: Hasil Piala AFF 2022: Timnas Indonesia U-19 Gagal Lolos ke Semifinal Meski Sukses Bantai Myanmar
Lebih lanjut, Gus Baha mengatakan, kalau keyakinan seperti itu menjadi ujian tersendiri bagi ulama zaman terdahulu.
Dikatakan bahwa Imam Syafi’i mendapat pertanyaan soal makna sangkar burung yang tidak boleh digerakkan kalau ada burung di dalamnya.
“Karena Imam Syafi’i itu orangnya alim, oh maknanya begini. Orang Arab itu kalau mau pergi, sangkar burung digerakkan,” kata Gus Baha.
Hal itu sebagaimana dikutip inNalar.com dari Portal Sulut “Benarkah Kejatuhan Cicak Tanda Malapetaka dan Musibah? Ini Penjelasan Gus Baha“
Apabila burung terbang ke arah kanan, maka ia bakal melanjutkan perjalanan karena dipercaya sebagai firasat baik.
Akan tetapi kalau burung terbang kearah kiri, dipercaya sebagai pertanda buruk dan memilih untuk tidak kemana-mana.
“Kalau orang Jawa kan cicak. Misal cicak jatuh, alamat pertanda buruk, nggak jadi pergi,” ujar kyai dari Rembang tersebut.
Orang Jawa pun menafsirkan cicak yang jatuh sebagai pertanda celaka dan nasib sial.
“Yang celaka cicaknya atau orang yang mau bepergian?” tanya Gus Baha disambut gelak tawa jamaahnya.
Baca Juga: Jangan Buru-buru Ganti Skincare! Kenali Sifat dan Jangka Waktu Penggunaannya di Sini
“Nabi melarang umat Islam punya penyakit tathayyur. Tathayyur itu apa? Menggantungkan nasib dengan burung,” terang Gus Baha.
Maka bila orang Arab mau menggantungkan nasib kepada burung, sementara orang Jawa dengan seekor cicak, maka inilah dilarang Rasulullah SAW.
“Nah itu Imam Syafi’i paham betul, Adatul Arab itu kalau mau pergi, menggerakkan sangkar burung yang ada burungnya kalau terbang kanan alamat baik, kalau terbang kiri alamat buruk,” imbuh Gus Baha.
“Rasulullah melarang itu,” pungkasnya.
Demikianlah penjelasan soal cicak dihubungkan dengan pertanda buruk yang menyertainya dalam ceramah Gus Baha.
Semoga bermanfaat.***(Indah Wahyuningsih/Portal Sulut)