Ceramah Gus Baha: Ketahui Adab Berdoa yang Benar, Jangan Sampai Keliru Karena Bisa Mendatangkan Petaka

inNalar.com – Dalam kesempatan kali ini, Gus Baha terbaru 2022 memberi penjelasan mengenai adab berdoa yang benar.

Diperlukan adab berdoa yang benar agar tidak melakukan kekeliruan yang menyebabkan petaka untuk diri sendiri, kata K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim dalam kajian Gus Baha terbaru 2022.

Pada ceramah Gus Baha terbaru 2022 disebutkan ada 1 hal yang harus dihindari saat berdoa agar adabnya tidak keliru.

Lantas apa satu hal yang dimaksud dalam kajian Gus Baha terbaru 2022 seputar adab berdoa ini? Simak penjelasan selengkapnya di sini.

Baca Juga: Materi Khutbah Jumat Singkat Cocok Disampaikan Menjelang Bulan Dzulhijjah: Doa Nabi Ibrahim AS

Sebagaimana dikutip inNalar.com dari Portal Jember “CELAKA! Berdoa Seperti Ini Malah Mendatangkan Petaka yang Tidak Diinginkan, Gus Baha: Itu Tidak Boleh”.

Adab berdoa yang baik diantaranya adalah mengangkat tangan, diawali dengan asmaul husna, hamdalah dan sholawat.

Namun tak kalah pentingnya adab yang satu ini harus dipahami seseorang yang akan berdoa agar tidak malah mendapatkan petaka.

Lantas Gus Baha menceritakan sebuah kisah yang di dalam kitab Hikam.

Konon dalam sebuah riwayat ada seorang bernama Hammal yang bekerja sebagai tukang angkut barang yang ada di pasar.

Berhari-hari ia menjalani rutinitas kemudian ia merasa bosan dan berdoa kepada Allah SWT.

Baca Juga: Bosan Menu Idul Adha Hanya Itu-itu Saja? Coba Resep Masakan dan Hidangan Ini, Dijamin Gampang Buatnya

“Doanya seperti ini, ‘Ya Allah, saya ini kekasihmu, saya hanya berfokus beribadah, tetapi karena miskin saya harus bekerja, saya menginginkan rezeki yang bisa didapatkan tanpa perlu lagi bekerja,” jelas Gus Baha mencontohkan doa orang itu.

Allah pun mengabulkan doa nya dengan memasukkan dia ke penjara dengan tuduhan mencuri. Hammal pun bertanya mengapa Allah memenjarakan dia.

“Masuk penjara kan dapat rezeki tanpa perlu bekerja,” ungkap Gus Baha, Hammal pun sadar akan kesalahannya.

Doa seperti inilah yang dilarang oleh Gus Baha.

Beliau mengatakan bahwa sehebat apapun manusia, jika sudah meminta kepada Allah maka biar Allah yang mengurus terkabulnya doa itu.

Baca Juga: Komite Olimpiade Internasional Tak Hanya Larang Rusia Terlibat di Acara Olahraga, Ini Tuntutan Lain dari IOC

“Kalimat yang menggurui Allah dalam doa itu tidak boleh, kalau doa itu menghamba. Menghamba itu artinya ya kalo Allah mengabulkan ya monggo, enggak ya nggak papa. Orang kita ini minta, minta itu sudah bukti kita mengakui Allah itu pemberi,” ujar Gus Baha.

Semestinya dalam berdoa, setiap muslim harus mengakui kelemahan dan keburukannya sebagai hamba Allah.

Gus Baha bilang misalnya dengan mengatakan “Ya Allah saya ini lemah, bisanya minta dan Engkau Yang Maha Kuasa bisanya memberi”, ucap Gus Baha.

“Nah setelah itu karena kita yakin Allah itu lebih tahu, cara mengabulkannya juga terserah Allah. Bukan terserah kita. Kalau terserah kita mungkin hal itu tidak baik untuk kita,” pungkasnya.***

(Muchammad Muchyiddin/Portal Jember).

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]