Cegah Varian Omicron dengan Tiga Cara Ini, Epidemiolog Amiruddin: Kita Perlu Pertahanan Berlapis

inNalar.com – Peningkatan kasus Covid-19 khususnya varian Omicron membuat masyarakat bertambah khawatir akan adanya terjadi gelombang susulan.

Berdasarkan data update terbaru, kasus harian Covid-19 bertambah sebanyak 46.843 kasus. Protokol kesehatan yang mulai kendor dan banyaknya warga yang pulang dari melancong ke luar negeri disinyalir menjadi penyebab utamanya.

Epidemiolog dari Universitas Hasanuddin yaitu Prof. Ridwan Amiruddin buka suara untuk memberikan pencegahan terhadap peningkatan kasus Covid-19. Ia juga berharap bahwa gelombang varian delta yang tahun lalu menyebabkan rumah sakit kolaps dan kematian yang tinggi tidak terulang lagi.

Baca Juga: Survei: 84 Persen dari 1.200 Warga Puas dengan Penanganan Covid-19 di Jawa Barat

Amiruddin mengemukakan ada tiga hal yang harus dilakukan untuk menekan laju pertambahan kasus Covid-19.

Dikutip inNalar.com dari berita Pikiran-Rakyat.com berjudul  “Tiga Hal yang Harus Dilakukan untuk Mencegah Peningkatan Covid-19 Omicron di Indonesia”

Pertama, dibutuhkan pertahanan berlapis terkait dengan vaksin. Menurutnya, setiap warga harus sudah mendapatkan vaksin dosis 1 dan dosis 2 serta dilengkapi dengan vaksin booster. 

Selain itu untuk memaksimalkan efektivitas vaksin, setidaknya vaksin kedua yang sebelumnya baru mencapai 50 persen, maka saat ini sudah harus mencapai angka 70 persen.

“Melawan Covid-19 ini harus dengan pertahanan berlapis. Jadi pertahanannya itu meskipun seseorang sudah mendapatkan vaksin dosis 1 dan dosis 2, dia harus melanjutkan dengan vaksin booster-nya,” ungkap Amiruddin yang dilansir dari Antara pada hari Kamis,10 Februari 2022.

Baca Juga: PTM 100 Persen di Cianjur Dihentikan Untuk Sementara, Ketua FPKBM Cianjur Angkat Bicara

Kedua, hal yang harus dilakukan adalah 3T yaitu tracing, testing, dan treatment. Amiruddin berharap pemerintah bisa mengantisipasi lonjakan kasus dengan mempersiapkan rumah sakit agar siap menghadapi lonjakan kasus 2-3 minggu ke depan. 

“Konsekuensi tentu akan terjadi peningkatan kasus, tempat isolasi yang penuh, dan bangsal rumah sakit yang penuh juga,” kata Ridwan Amiruddin.

“Karena kenaikan kasus itu, tingkat penularan sekarang juga meningkat yang awalnya 5 persen menjadi 10,4 persen,” lanjutnya.

Baca Juga: Belajar Latihan Soal PPKn Beserta Kunci Jawaban Untuk Kelas 9 SMP Semester 2

Ketiga, hal yang masih harus dilakukan oleh masyarakat adalah dengan meningkatkan protokol kesehatan dengan tertib. 

“Masyarakat kita masih merasa kurang percaya dengan efektivitas vaksin, takut dengan jarum suntik, dan kepercayaan mereka yang lainnya,” tambah Ridwan.

“Ini adalah tanggung jawab kita bersama yang harus selalu diterapkan,” imbuhnya.***

(Boy Darmawan/Pikiran-Rakyat.com)

Rekomendasi