Capai Suhu 9 Derajat,Desa di Papua Ini Jadi Daerah Terdingin di Indonesia, Bahkan Bisa Capai Titik Beku

inNalar.com – Bagi orang-orang yang pernah ke Dieng, mungkin tahu seberapa dingin cuaca disana.

Akan tetapi, sedingin apa pun cuaca yang dirasakan di Dieng, pasti berbeda dengan satu daerah di Papua.

Bagaimana tidak, satu daerah di Papua ini bisa miliki suhu sedingin 9 derajat celcius.

Baca Juga: Warganya Berumur Panjang! Daerah di Lampung Ini Hampir Tidak Ada Penduduk Miskin, Kalahkan Bandar Lampung?

Sedangkan suhu terpanas dari kampung di Papua ini adalah 15 derajat, itupun ketika siang hari.

Menariknya, kampung di Papua ini merupakan satu-satunya desa yang dikelilingi oleh pegunungan.

Dikelilingi oleh pegunungan, ketinggian dari kampung ini saja berada 2.448 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Baca Juga: Pulau Buatan Seluas 1,255 Ha di Semarang Jawa Tengah Disulap Jadi Bandara Apung Pertama RI, Terbesar di Dunia?

Hal itu bahkan melebihi puncak gunung Bromo, yang memiliki ketinggian 2.329 MDPL.

Meskipun terasa sangat dingin, namun diketahui jika penduduk di kampung terdingin ini memiliki sebanyak 24.649 jiwa, dengan luas dari wilayahnya adalah 883 km2.

Bahkan desa di Papua ini pernah mencapai titik beku, karena lokasinya sendiri berada dekat dengan pegunungan Jayawijaya.

Baca Juga: Panjangnya 75 KM, Tol Yogyakarta-Bawen Ini Miliki Terowongan dalam Gunung dan Tak akan Pangkas Pepohonan Lagi

Ya, tempat itu adalah kota Mulia, Provinsi Papua, yang dikatakan sebagai tempat terdingin di Indonesia dengan ketinggian 2.448 MDPL.

Terletak di pegunungan Jayawijaya, tentu cuaca serta suhu di kota Mulia akan sangat dingin.

Karena Jayawijaya sendiri merupakan puncak tertinggi di Indonesia yang memiliki ketinggian 4.884 mdpl.

Jadi, saat berada di Kota Mulia, berarti sama saja dengan sudah mendaki setengah dari ketinggian puncak Jayawijaya.

Apalagi di tempat tersebut juga curah hujan hampir terjadi sepanjang tahun.

Saat berkunjung ke kota ini, pastinya akan jarang ditemui rumah berbahan semen.

Pasalnya, Sebagian masyarakat di kota Mulia menggunakan rumah adat Papua yang berupa Hanoi, yakni rumah yang dibuat tanpa jendela.

Bukan karena semen sulit ditemukan, melainkan karena Hanoi tanpa jendela agar udara dingin tidak mudah masuk, terutama saat berada di malam hari.***

Rekomendasi