Capai Miliaran, Ini Daftar Daerah di Indonesia dengan Peminjam Pinjol dengan Pembayaran Sering Macet


inNalar.com – 
Semua orang pasti tahu jika jaman sekarang sudah ada modal pinjaman online (pinjol). Bagaimana tidak, saat menjelajah internet, pasti ada saja iklan yang tiba-tiba muncul, dan salah satunya adalah Pinjol.

Dan faktanya, warga Indonesia sendiri juga banyak yang menggunakan jasa pinjol untuk memenuhi kebutuhannya, ataupun keinginannya. Dan catatan otoritas jasa keuangan (OJK) saat ini adalah daerah Jawa Barat merupakan daerah terbanyak dari orang-orang yang menggunakan jasa pinjol.

Tapi bagi mereka yang menggunakan jasa pinjol, apakah mereka membayar kredit hutang itu tanpa macet? Dan daerah manakah yang tercatat paling banyak melakukan pinjol dengan bayaran yang macet?

Baca Juga: Warga Desa di Jawa Tengah Ini Dilarang Berjualan Nasi, Kalau Dilanggar Bisa Meninggal Dunia

Tercatat dalam OJK, jika total outstading pinjaman atau pinjaman yang masih aktif fintech Peer to Peer (P2P) Lending atau pinjol per bulan April 2023 memiliki jumlah sebesar Rp. 50,53 triliun.

Perlu diketahui, jumlah tersebut naik 30,9% dibandingkan dengan periode yang sama dari tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp. 38,6 triliun.

Selain itu, jumlah penyumbang sebanyak 88,3% pinjaman tersebut didominasi oleh peminjam perorangan sebesar Rp. 44,62 triliun. Sedangkan bagi peminjam atau borrower dari badan usaha tercatat ada sebesar Rp. 5,9 triliun.

Baca Juga: 5 Mall Mewah di Purwokerto Ini Kalahkan Kota Besar di Jawa Tengah? Salah Satunya Ada Bioskop Terbesar

Mungkin terasa besar, hal tersebut juga karena itu merupakan jumlah dari seluruh warga Indonesia yang menggunakan jasa online. Tentu jumlahnya bisa menjadi milyaran atau sampai triliyunan seperti penjelasan di atas.

Tapi dengan orang-orang yang menggunakan jasa pinjol itu apakah semuanya membayar kredit hutangnya dengan lancar?

Sayangnya, masih banyak orang yang belum mampu membayar kredit hutangnya dengan lancar. Catatan dalam OJK menjelaskan jika terdapat pinjaman tidak lancar yang membayar kredit hutangnya selama kurun waktu 30-90 hari kisaran jumlah Rp. 3,65 triliun. Meskipun masih ada sebanyak Rp. 45,4 triliun bagi orang-orang yang membayar kredit hutangnya dengan lancar dalam jangka waktu 30 hari.

Baca Juga: Ada Banyak Spot Foto Menarik, Ini 5 Cafe di Solo yang Bikin Betah Nongkrong, Sampai Lupa Pulang!

Akan tetapi terdapat jumlah sekitar Rp. 1,42 miliar yang pnjamannya macet atau bagi mereka yang belum membayar kreditnya lebih dari 90 hari. Adapun peminjam ritel merupakan pengguna pinjol yang paling memberikan kontribusi atas pinjaman online yang macet. atau sebesar Rp1,1 triliun. Dilanjutkan lagi oleh Badan Usaha yang memberikan kontribusi sebesar Rp. 337,6 miliar.

Dan bagi daerah yang memiliki kredit hutang pinjol yang macet adalah Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasarkan hasil dari yang dipublikasikan oleh OJK dengan NTB memiliki jumlah macet sebesar 7,67%,, atau berada di atas batas wajar OJK.

Dan diikuti dibawahnya adalah daerah pulau Jawa. OJK mencatat jika angka TWP90 dari total keseluruhan outstanding pinjol per bulan Juni 2023 di pulau Jawa adalah 3,10%.

Sebagai informasi tambahan, jumlah pengguna jasa pinjol terbanyak di Indonesia adalah daerah Jawa Barat, yang kemudian posisi kedua diikuti oleh DKI Jakarta. Sekaligus Jawa Barat juga menjadi daerah yang jumlah kredit hutangnya dalam pinjol macet terbanyak di Pulau Jawa, yaitu sebesar 3,60%.

Selanjutnya merupakan Jawa Timur yang memberikan tambahan dengan pengguna jasa pinjol yang kredit hutangnya macet dengan rata-rata TWP90, yaitu 3,25%.

Nah itulah daerah di Indonesia yang menjadi jumlah pengguna jasa pinjol dengan kredit hutang macet terbanyak. Dengan itu apakah kamu termasuk salah satu orang yang memberikan kontribusi kredit macet di pinjol?

Rekomendasi