Cantiknya Jembatan Klodran yang Jadi Ikon Jalan Tol Solo-Ngawi, Lokasi Favorit Berburu Senja di Sore Hari

inNalar.com – Jembatan Klodran berada di area Jalan Tol Solo-Ngawi yang saat ini menjadi ikon paling menarik dan disoroti publik.

Bagaimana tidak, jembatan yang menjadi simpang susun ini memiliki struktur unik memakai cable stayed dengan unsur estetika tinggi.

Pembangunannya bahkan tidak kalah bagus dengan struktur Jembatan Erasmus Bridge di Kota Rotterdam Belanda.

Baca Juga: Telan Dana Rp15,7 Miliar, Jembatan di NTB Ini Bisa Buka Tutup, Keindahannya Bikin Tercengang, Punya Panjang…

Melansir dari akun Instagram @kemenpupr, Jalan Tol Solo-Ngawi sendiri termasuk Jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan Provinsi Jawa Tengah dengan Jawa Timur.

Keseluruhan panjang jalannya mencapai 90,43 km dengan tiga segmen utama.

Yakni Segmen Juction Kartasura – Karanganyar, Karanganyar – Simpang Susun Sragen, kemudian Simpang Susun Sragen – Simpang Susun Ngawi.

Baca Juga: Jembatan Kaca Senilai Rp4,5 Miliar di Kendari Ini Jadi Ikon dan Magnet Wisata, Mirip Punya Singapura?

Dengan adanya jembatan di ruas Jalan Tol Solo-Ngawi tersebut, tentu diharapkan mampu meningkatkan sektor pariwisata di Kota Solo.

Lantas, seperti apa potret strukturnya yang terlihat begitu cantik?

Struktur Jembatan Klodran yang Cantik

Jembatan Klodran dibuat dengan struktur cable stayed.

Yakni terdiri dari satu atau beberapa kolom dengan kabel pendukung dek jembatan.

Baca Juga: Terpanjang se-Asia Tenggara! Jembatan Kaca di Bali Ini Ternyata Akan Pecah Saat Diinjak, Berani Coba?

Desain yang dipakai terlihat sangat istimewa dan cantik.

Pasalnya, pembuatannya memang mengandung unsur estetika tinggi sebagai jembatan simpang susun.

Sebelum peresmiannya, ada banyak warga sekitar yang mengambil gambar di area ini.

Mereka juga menjadikan lokasinya sebagai sebuah penanda untuk melakukan janji temu.

Termasuk saat ingin menghabiskan waktu menanti keindahan senja di sore hari.

Penggunaan struktur cable stayed seperti Jembatan Klodran juga masih terbilang jarang.

Jika pun ada masih bisa dihitung dengan menggunakan jari seperti Jembatan Suramadu, Jembatan Pasupati Bandung, dan lainnya.

Terlebih, kehadiran cable stayed pada area ini bukan hanya semata-mata sebagai hiasan untuk mempercantik bangunannya saja.

Akan tetapi, fungsi utamanya adalah sebagai struktur dari jembatan itu sendiri.

Tentu saja dengan adanya pemancangan jembatan cantik tersebut mampu mengusir rasa jenuh para pengendara yang melewatinya.

Dengan tampilan visual yang cantik dan menarik tersebut kehadirannya memang dijadikan sebagai ikon dan penanda Kota Solo.***

 

Rekomendasi