

inNalar.com – Budayawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun memberikan sebuah penjelasan tentang hakikat doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT.
Menurut Cak Nun, lantaran manusia adalah makhluk lemah, meminta atau berdoa kepada Allah SWT merupakan hal yang tidak boleh ditinggalkan.
Kemudian kata Cak Nun, terdapat tiga lapis langit yang nantinya akan menjadi tahapan dalam doa seseorang.
“Maka terus kita kan Ndangak (menengadah), lah di atas kita itu ada tiga lapisan langit,” kata Cak Nun dikutip inNalar.com dari kanal Youtube CakNun.com yang diunggah pada 16 Juli 2021.
Lapisan pertama merupakan letak yang terendah yaitu harapan seseorang kepada Allah SWT.
Lebih jelasnya, pada lapisan langit pertama ini adalah alasan munculnya harapan. Sehingga hal tersebut yang menjadi dasar dalam berdoa.
Baca Juga: Lowongan Kerja atau Loker BUMN 2022: Ini Syarat dan Link Pendaftaran untuk 2700 Lowongan Pekerjaan
Selanjutnya, menurut Cak Nun lapisan langit yang kedua merupakan letak keyakinan dari harapan dipanjatkannya doa.
“Di atasnya harapan ini (lapis langit pertama) ada namanya lapis langit namanya keyakinan,” jelas Cak Nun.
Kendati demikian, lanjut Cak Nun, letak titik tumpu terkabulnya sebuah doa itu hanya terdapat di lapisan langit selanjutnya, yaitu ketiga.
“Tetapi untuk tercapai, untuk selamat dari tidak selamat itu letaknya tidak dikeyakinan (lapis langit kedua), letaknya di atasnya lagi di lapisan langit ketiga yaitu pepesten atau kepastiaan dalam bahasa Jawa,” sambungnya.
Dalam artian, saat berdoa manusia hanya dianjurkan untuk berharap dengan disertai keyakinan yang mantap kepada Allah SWT.
Adapun urusan terkabul atau tidaknya doa yang dipanjatkan tersebut, sepenuhnya adalah hak Allah SWT semata.
Cak Nun juga menegaskan, jangan sampai terlena dengan keyakinan, sehingga merasa dan mengklaim doanya paling terkabul.
Sebab, yang berhak memastikan terwujudnya harapan hanya Allah SWT. Manusia cuma dituntut untuk berdoa dengan disertai keyakinan.
“Jadi kita berdoa mengharapkan sesuatu dengan keyakinan bahwa Allah SWT merahmati kita, bahwa Allah Maha Sayang, Maha Pengasih, Maha Pengampun dan seterusnya, sehingga ada celah untuk mencapai sesuatu itu yang kita harapkan,” jelas Budayawan tersebut.
Baca Juga: Profil Ona Sutra, Penyanyi Dangdut yang Meninggal Dunia Usai Terserang Stroke
Itulah tahapan atau lapisan langit dalam doa manusia menurut Cak Nun. Semoga doa-doa yang kita panjatkan senantiasa dikabulkan Allah SWT.***

inNalar.com – Budayawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun memberikan sebuah penjelasan tentang hakikat doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT.
Menurut Cak Nun, lantaran manusia adalah makhluk lemah, meminta atau berdoa kepada Allah SWT merupakan hal yang tidak boleh ditinggalkan.
Kemudian kata Cak Nun, terdapat tiga lapis langit yang nantinya akan menjadi tahapan dalam doa seseorang.
“Maka terus kita kan Ndangak (menengadah), lah di atas kita itu ada tiga lapisan langit,” kata Cak Nun dikutip inNalar.com dari kanal Youtube CakNun.com yang diunggah pada 16 Juli 2021.
Lapisan pertama merupakan letak yang terendah yaitu harapan seseorang kepada Allah SWT.
Lebih jelasnya, pada lapisan langit pertama ini adalah alasan munculnya harapan. Sehingga hal tersebut yang menjadi dasar dalam berdoa.
Baca Juga: Lowongan Kerja atau Loker BUMN 2022: Ini Syarat dan Link Pendaftaran untuk 2700 Lowongan Pekerjaan
Selanjutnya, menurut Cak Nun lapisan langit yang kedua merupakan letak keyakinan dari harapan dipanjatkannya doa.
“Di atasnya harapan ini (lapis langit pertama) ada namanya lapis langit namanya keyakinan,” jelas Cak Nun.
Kendati demikian, lanjut Cak Nun, letak titik tumpu terkabulnya sebuah doa itu hanya terdapat di lapisan langit selanjutnya, yaitu ketiga.
“Tetapi untuk tercapai, untuk selamat dari tidak selamat itu letaknya tidak dikeyakinan (lapis langit kedua), letaknya di atasnya lagi di lapisan langit ketiga yaitu pepesten atau kepastiaan dalam bahasa Jawa,” sambungnya.
Dalam artian, saat berdoa manusia hanya dianjurkan untuk berharap dengan disertai keyakinan yang mantap kepada Allah SWT.
Adapun urusan terkabul atau tidaknya doa yang dipanjatkan tersebut, sepenuhnya adalah hak Allah SWT semata.
Cak Nun juga menegaskan, jangan sampai terlena dengan keyakinan, sehingga merasa dan mengklaim doanya paling terkabul.
Sebab, yang berhak memastikan terwujudnya harapan hanya Allah SWT. Manusia cuma dituntut untuk berdoa dengan disertai keyakinan.
“Jadi kita berdoa mengharapkan sesuatu dengan keyakinan bahwa Allah SWT merahmati kita, bahwa Allah Maha Sayang, Maha Pengasih, Maha Pengampun dan seterusnya, sehingga ada celah untuk mencapai sesuatu itu yang kita harapkan,” jelas Budayawan tersebut.
Baca Juga: Profil Ona Sutra, Penyanyi Dangdut yang Meninggal Dunia Usai Terserang Stroke
Itulah tahapan atau lapisan langit dalam doa manusia menurut Cak Nun. Semoga doa-doa yang kita panjatkan senantiasa dikabulkan Allah SWT.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi