

inNalar.com – Idul fitri adalah salah satu dari dua hari besar yang dimiliki umat Islam yang sangat dinantikan kehadirannya.
Bagaimana tidak, idul fitri dianggap sebagai momen langka bagi umat Islam, karena pelaksanaannya hanya jatuh pada 1 syawal, yang artinya lebaran tersebut hanya terjadi sebanyak satu kali dalam setahun.
Selain itu, idul fitri disebut juga sebagai hari kemenangan bagi umat Islam.
Pasalnya, Idul fitri menjadi penanda keberhasilan umat Islam dalam melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Kegiatan umat Islam yang paling pertama dilakukan pada hari lebaran adalah melaksanakan shalat idul fitri.
Oleh karena itu, kita perlu memahami dulu apa saja yang mesti dipersiapkan terlebih dahulu agar mendapatkan keberkahan saat melaksanakan ibadah pada hari tersebut.
Belum banyak yang mengetahui bahwa Islam menganjurkan umatnya untuk mengambil arah jalan yang berbeda antara saat berangkat dan pulang dari melaksanakan shalat idul fitri.
Buya yahya menjelaskan bahwa terdapat hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari menerangkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat idul fitri mengambil jalan yang berbeda.
Jalan yang berbeda, sebagaimana dijelaskan oleh Buya Yahya, maksudnya adalah pada saat umat Islam berangkat menuju lokasi shalat idul fitri maupun ketika pulang ke rumah masing-masing.
Adapun penjelasan terkait hikmah dilakukannya anjuran tersebut terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama.
Buya Yahya menjelaskan bahwa salah satu tujuan dilakukannya anjuran tersebut adalah untuk mensyiarkan agama Islam.
Lebih lanjut, Buya Yahya memperinci syiar Islam yang dimaksud adalah agar penduduk sekitar dilalui saat berangkat maupun pulang turut menjadi saksi atas kehadirannya.
Baca Juga: Alert! Inilah Keistimewaan Bekerja Sambil Beribadah Puasa di Bulan Ramadhan Menurut Gus Baha
Tidak hanya anjuran untuk mengambil jalur yang berbeda saat melaksanakan idul fitri, melainkan dianjurkan pula bagi umat Islam untuk pergi dengan berjalan kaki.
Selanjutnya, Buya Yahya mengutip sebuah hadits dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma tentang anjuran berjalan kaki menuju lokasi shalat idul fitri.
“Di-sunnah-kan untuk pergi ke masjid atau tempat shalat hari raya pakai jalan kaki, bukan naik kendaraan,” terang Buya Yahya.
Keterangan hadits yang disebutkan oleh Buya Yahya juga dikuatkan dengan adanya kutipan hadits yang disampaikan oleh Sayyidina Ali radhiyallahu ‘anhu tentang anjuran berjalan kaki saat berangkat dan pulang dari lokasi shalat idul fitri.
Akan tetapi, Buya Yahya kemudian menggarisbawahi tentang tetap diperbolehkannya umat Islam menggunakan kendaraan berupa mobil, motor, kuda, dan lain-lain.
Pasalnya perintah berjalan kaki menuju lokasi shalat idul fitri tersebut bersifat sunnah, artinya bukan sesuatu yang diwajibkan.***