

inNalar.com – Dalam salah satu sesi ceramahnya, Buya Yahya ditanya tentang bagaimana cara kita meminta maaf kepada orang yang telah kita sakiti, tetapi kita tidak mengetahui keberadaannya, baik orang tersebut masih hidup atau sudah meninggal dunia.
Namun sebelum menyimak penjelasan Buya Yahya, kita perlu pahami terlebih dahulu perihal mengapa kita perlu meminta maaf kepada orang yang telah kita sakiti. Apakah permasalahan yang terjadi antara kita dan orang tersebut berkaitan dengan permasalahan keuangan atau perihal menyakiti hati orang yang bersangkutan.
Menurut Buya Yahya, ada dua cara agar kita tetap bisa meminta maaf kepada orang yang telah kita sakiti.
Baca Juga: Muslim Wajib Tahu! Buya Yahya Beri Tanggapan Menohok Soal Pengbatan Ibu Ida Dayak
Konteks pertama yang dijelaskan oleh Buya Yahya adalah ketika perselisihan yang terjadi antara kita dan orang yang telah kita sakiti berkaitan dengan urusan keuangan, maka cara kita meminta maaf kepada orang tersebut pun terbagi menjadi dua kondisi.
Menurut Buya Yahya, kondisi yang pertama jika orang yang telah kita sakiti diketahui masih hidup dan bisa ditemui, maka tentu kita sebaiknya bersegera untuk mengembalikan uang milik orang tersebut dan meminta maaf kepadanya secara langsung tanpa perantara.
Kemudian kondisi yang kedua adalah bilamana orang tersebut tidak diketahui keberadaannya, maka kita perlu mempertimbangkan dua cara berikut ini.
Cara pertama, Buya Yahya mengimbau agar kita segera menemui ahli warisnya, tetapi jika ahli warisnya pun tidak ada, maka uangnya dapat dititipkan kepada Qadhi Hakim atau bisa juga disalurkan ke masjid.
Apabila uang tersebut terlanjur kita titipkan ke masjid, sedangkan ternyata kita berhasil menemui pemilik aslinya, maka yang demikian itu kita tetap wajib mengembalikan uang tersebut kepada pemilik uangnya secara langsung.
Kemudian, Buya Yahya menjelaskan kembali pada konteks berikutnya, yaitu apabila setelah sekian lama kita tidak berhasil menemukan orang yang kita sakiti karena sudah meninggal dunia, maka harta tersebut sudah dilepas dari tangan kita dan urusan tersebut menjadi tanggung jawab sang ahli waris.
Baca Juga: Ceramah Ramadhan 2023: Berhijab Cuma Saat Bulan Suci Aja, Buya Yahya Sebut Tetap Ada Keistimewaannya
Akan tetapi, jika kita menitipkan uangnya ke masjid, maka menurut Buya Yahya, itu pun tetap terhitung sebagai amal baik, meski pada akhirnya kita tidak berhasil menemukan pemiliknya.
Adapun, Buya Yahya menyajikan konteks lainnya, yaitu ketika kita melakukan tindakan yang menyakiti hati orang yang telah kita sakiti, mungkin dalam bentuk mencaci, memfitnah, ataupun mengejek seseorang. Cara meminta maafnya pun bisa dengan dua cara berikut ini.
Buya Yahya menyampaikan bahwa ada dua cara agar kita bisa bertaubat dan meminta maaf dari orang yang telah kita sakiti.
Baca Juga: Ustadz Hilman Fauzi Ungkap Nasihat Menenangkan Hati Bagi Seorang Muslim, Mari Saling Menyayangi
Cara pertama, kita memohon ampun kepada Allah dengan doa berikut “Allaahummag firli wa lahu” yang artinya adlah “Ya Allah ampuni aku dan dia.”
Cara kedua, kita berusaha terus mendoakan kebaikan untuk orang yang pernah kita sakiti dan sering menyebut kebaikannya di tempat kita pernah menyebutkan kejelekannya.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya kita untuk memperbaiki hubungan dengan orang tersebut.
Baca Juga: Ceramah Ramadhan 2023: Menelan Ludah Tidak Membatalkan Puasa? Ini Kata Buya Yahya
Selain itu, kita juga dapat meraih ampunan dari Allah subhanahu wa ta’ala atas kesalahan yang tidak mampu kita perbaiki secara langsung.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi