

inNalar.com – Pemerintah Indonesia telah menyelesaikan proyek Tol Pekanbaru-Dumai pada tahun 2020 lalu.
Tol sepanjang 131 km ini akan menjadi akses antara Indonesia dan Malaysia.
Rencananya Indonesia dan Malaysia akan terhubung secara langsung melalui Sumatera. Sebab, akan dibangun akses dari Telok Gong Malaysia dengan Dumai Indonesia.
Baca Juga: Sterilisasi Stasiun Yogyakarta, 75 Bangunan Dirobohkan PT KAI Agar Muluskan Proyek Rel Kereta Api
Jalur ini nantinya akan memiliki panjang 120 km dengan waktu pembangunan 20 tahun.
Ketika mega proyek tersebut selesai akan berdampak besar pada ekomomi kedua negara.
Pembangunan nantinya akan bekerja sama dengan pihak swasta.
Usulan proyek telah diajukan oleh sektor swasta dan kedua negara prinsipnya telah menyetujui terkait persoalan tersebut.
Mega proyek tersebut menggunakan konsep One Belt One Road dan akan menjadi ikon Malaysia dan Indonesia.
Lebih lanjut, pembangunan akan melibatkan berbagai insfratruktur termasuk penyebaran area lalu lintas, imigrasi, karantina, dan sebagainya.
Terdapat pula kawasan industri baru dengan seluas sekitar 2.023 Ha yang akan dikembangkan secara bertahap di Masjid Tanah.
Pembangunan yang diusulkan melibatkan kontruksi berupa terowongan atau jembatan.
Menurut Ketua Komite Investasi, Industri Pengembagan Pengusaha, dan Koperasi Melaka, Datuk Seri Ab Rauf Yusoh, mengatakan, pihak pemerintah negara bagian telah membawa semua instansi pemerintah untuk mengunjungi daerah di mana rute baru yang diusulkan akan dibangun.
Ia menambahkan, pengembangan kawasan itu akan dilakukan oleh Melaka Corporation dan diharapkan dapat berkontribusi pada pembukaan kota baru di Masjid Tanah.
Meski pihak pemerintah Malaysia sangat mendukung program tersebut, terdapat sebagian masyarakatnya yang mengungkapkan protes terhadap mega proyek tersebut.
Mereka menanyakan terkait ungensi dari pembangunan jembatan tersebut dan beranggapan bahwa proyek tersebut dapat dialihkan dengan mengopimalkan bandara Melaka sebagai akses untuk mengakomodasi kebutuhan yang dimaksudkan pemerintah.
Di samping itu, Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso telah mengajukan usulan terkait proyek jembatan tersebut.
Pengajuan itu dilakukan pada musyawarah perencaaan pembanngunan provinsi Riau tahun 2022 lalu.
Rencananya Pulau Rupat di Indonesia dan Melaka di Malaysia akan terhubung melalui jembatan. Oleh karena itu, membutuhkan waktu dan kajian lebih jauh.
Sebelumnya, kedua negara sudah beberapa kali melakukan pertemuan dan membahas mengenai Roro Dumai-Malaka. Tetapi, karena Covid-19 melanda tidak ada lagi pemabahasan mengenai hal itu.
Proyek yang sudah direncanakan sejak tahun 2022 lalu itu hingga kini masih dalam proses perencanaan.
Kedua negara belum memutuskan kelanjutan proyek tersebut dan kapan akan dibangun. *** (Ummi Hasanah)