Butuh 26 Tahun, Jembatan Indiana Jones di Pesisir Selatan Sumatera Barat Ini Dirajut dari Lilitan Akar Pohon?

inNalar.com – Salah satu sudut unik di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat terdapat jembatan unik yang proses pembangunannya butuh waktu 26 tahun.

Masyarakat Pesisir Selatan menjulukinya dengan Jembatan Indiana Jones, bahkan kalau diperhatikan lebih saksama lintasan menggantung paling terkenal di Sumatera Barat ini jauh lebih eksotis dibanding yang ada di film tersebut.

Dilansir dari laman Kemenparekraf, Jembatan unik yang satu ini berlokasi di Kenagarian Pulut-Pulut, Kecamatan Bayang, tepatnya di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Baca Juga: Pulau Lombok di NTB Jadi Harapan Terakhir Munculnya ‘Bali Baru’ di Dunia Pariwisata? Perlu Improve Dahulu

Masyarakat desa menamakannya dengan ‘Titian Aka’. Awalnya seorang tokoh ulama bernama Pakih Sokan mulai membentuk lintasannya dari bambu mulai tahun 1890.

Keberadaan dua pohon beringin yang berusia ratusan tahun di kedua ujungnya membuat Jembatan Indiana Jones di Pesisir Selatan ini semakin terhubung oleh lilitan akarnya.

Akhirnya pada tahun 1916, akar pohon beringin itu telah menutupi kerangka infrastruktur sederhana tersebut dan akhirnya bisa digunakan untuk melintas para penduduknya supaya mudah untuk berangkat menimba ilmu agama.

Baca Juga: Digadang Bakal Jadi Bali Kedua, Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat Miliki Potensi yang Mirip Pulau Dewata

Namun sayangnya Pakih Sokan, sosok pembuat jembatan akar pohon di pelosok Sumatera Barat ini tidak sempat merasakan infrastruktur eksotis tersebut, padahal kini hasil karyanya menjadi daya pikat wisata alam.

Pemandangan tersebut sangat khas aura wisata alam, karena lintasannya dipenuhi lilitan akar pohon beringin berusia ratusan tahun.

Ditambah lagi dengan adanya aliran Sungai Bayang yang cukup deras di bawahnya.

Baca Juga: Nilainya Rp3,86 Triliun, Kawasan Industri di Sumatera Utara Ini Memiliki Luas 3,400 Hektar, Bisa Tebak?

Suara gemuruh dari aliran sungainya cukup bisa menenangkan para pelintasnya, inilah yang membuat jembatan akar pohon di Pesisir Selatan semakin memikat wisatawan.

Jalan penghubung Desa Pulut-Pulut dan Lubuk Silau ini diketahui panjangnya mencapai 25 meter dan lebarnya 1 meter.

Jembatan akar pohon di pelosok daerah di Sumatera Barat ini menggantung di ketinggian sekitar 8 meter.

Fakta unik dari konstruksinya adalah badan lintasan semakin lama akan semakin kuat mengikuti usia akar pohon yang semakin tua.

Jembatan unik di Pesisir Selatan ini disebut kokoh sebab lilitan akar pohon yang membuat badan jalannya muat dilintasi hingga 10 orang.

Meski dianggap kokoh, penduduk Desa Pulut-Pulut dan Lubuk Silau tetap membangun jembatan gantung yang tidak berjauhan dari lokasi tersebut.

Hal tersebut dilakukan guna mengurangi beban lintasan yang terkonsentrasi di jembatan akar pohon di Pesisir Selatan, Sumatera Barat.***

 

Rekomendasi