

inNalar.com – Tahukah bahwa pembangunan bendungan di Jawa Barat telah dimulai studinya sejak tahun 1922 oleh para ahli pengairan asal Belanda.
Bendungan Saguling yang berlokasi di Kabupaten Bandung Barat ini menjadi salah satu saksi sejarah panjang pembangunan infrastruktur negeri.
Keberadaan waduk ini pun telah sesuai arah pemetaan studi Prof. Ir. W.J. van Blommestein, ahli pengairan asal Belanda.
Jadi sebelum proyek pembangunan infrastruktur ini dilaksanakan, menurut Blommestein, Waduk Jatiluhur perlu direalisasikan terlebih dahulu.
Hal ini dilakukan agar Bendungan Saguling dapat memperpanjang usia ketahanan infrastruktur kelola air yang telah beroperasi di Kecamatan Jatiluhur.
Namun kecepatan masa pembangunan waduk yang satu ini belum secanggih zaman sekarang yang bisa mengandalkan teknologi Building Information Modeling (BIM).
Sebenarnya tidak sepenuhnya kendala panjang terletak pada proses pembangunannya, Bendungan Saguling perlu waktu 25 tahun karena kendala permasalahan sosial.
Mengingat luas genangannya yang mencapai 5.606 hektare, proyek pembangunannya tidak terlepas dari kendala relokasi penduduk.
Setidaknya ada 10.000 penduduk yang tersebar dari 31 desa di Kabupaten Bandung Barat harus direlokasi ke tempat lainnya.
Kala itu, penduduk yang berdomisili di Kecamatan Batujajar, Cililin, Cipatat, Padalarang, Sindangkerta, Padalarang, dan Rajamandala sampai harus keluar dari Provinsi Jawa Barat.
Pasalnya bagi para penduduk yang terdampak oleh Proyek Bendungan Saguling ini dimasukkan dalam program transmigrasi.
Sehingga kebanyakan dari mereka akhirnya pindah ke Sumatera dan Kalimantan Timur.
Adapun sebagiannya juga masuk ke dalam Program Perkebunan Inti Rakyat sehingga mereka pun pindah ke Banten.
Proses pemindahan warga pun memakan waktu dari tahun 1982 hingga 2005.
Artinya butuh waktu 22 tahun bagi proyek ini harus memperhatikan proses relokasi warga ke berbagai daerah.
Hingga akhirnya groundbreaking proyek dilakukan langsung oleh Presiden Soeharto pada tahun 1983.
Setahun setelahnya infrastruktur raksasa penampung air sebanyak 609 juta meter kubik ini akhirnya selesai.
Bendungan Saguling selesai digarap dengan dana sebesar 738 Juta USD.
Sementara 450 juta USD di antaranya dibantu dengan pendanaan dari pinjaman bank internasional IBRD dan pembiayaan OECF.
Hingga kini Bendungan Saguling berdiri megah di Bandung Barat dan membantu Waduk Jatiluhur dalam upaya mengendalikan banjir.
Selain itu, waduk ini juga dimanfaatkan sebagai penghasil listrik dengan kapasitas PLTA 700 Mega Watt.
Dengan demikian aliran listrik yang berhasil diproduksi dari PLTA Saguling sebesar 2.156 GWh setiap tahunnya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi