Butuh 22 Tahun Bebaskan Lahan, Bendungan Raksasa Senilai 738 Juta USD di Bandung Ini Sebabkan Penduduk 31 Desa Keluar dari Jawa Barat, Kok Bisa?


inNalar.com – Tahukah bahwa pembangunan bendungan di Jawa Barat telah dimulai studinya sejak tahun 1922 oleh para ahli pengairan asal Belanda.

Bendungan Saguling yang berlokasi di Kabupaten Bandung Barat ini menjadi salah satu saksi sejarah panjang pembangunan infrastruktur negeri.

Keberadaan waduk ini pun telah sesuai arah pemetaan studi Prof. Ir. W.J. van Blommestein, ahli pengairan asal Belanda.

Baca Juga: Telan Rp954,6 miliar, IPAL Losari Mampu Layani 70.000 Jiwa di Makassar dengan Teknologi Canggih Bernama MBBR, Apa itu?

Jadi sebelum proyek pembangunan infrastruktur ini dilaksanakan, menurut Blommestein, Waduk Jatiluhur perlu direalisasikan terlebih dahulu.

Hal ini dilakukan agar Bendungan Saguling dapat memperpanjang usia ketahanan infrastruktur kelola air yang telah beroperasi di Kecamatan Jatiluhur.

Namun kecepatan masa pembangunan waduk yang satu ini belum secanggih zaman sekarang yang bisa mengandalkan teknologi Building Information Modeling (BIM).

Baca Juga: Gelontorkan Rp10 Miliar untuk Lab hingga Bentuk Organisasi Khusus, RI Targetkan Pengembangan PLTN Komersial 2032, Ketuanya…

Sebenarnya tidak sepenuhnya kendala panjang terletak pada proses pembangunannya, Bendungan Saguling perlu waktu 25 tahun karena kendala permasalahan sosial.

Mengingat luas genangannya yang mencapai 5.606 hektare, proyek pembangunannya tidak terlepas dari kendala relokasi penduduk.

Setidaknya ada 10.000 penduduk yang tersebar dari 31 desa di Kabupaten Bandung Barat harus direlokasi ke tempat lainnya.

Baca Juga: PT Supra Boga Lestari Gandeng Jobseeker Company Terapkan ‘Aplicant Tracking System’, Efisienkan Perekrutan Karyawan?

Kala itu, penduduk yang berdomisili di Kecamatan Batujajar, Cililin, Cipatat, Padalarang, Sindangkerta, Padalarang, dan Rajamandala sampai harus keluar dari Provinsi Jawa Barat.

Pasalnya bagi para penduduk yang terdampak oleh Proyek Bendungan Saguling ini dimasukkan dalam program transmigrasi.

Sehingga kebanyakan dari mereka akhirnya pindah ke Sumatera dan Kalimantan Timur.

Baca Juga: Drakor ‘Marry My Husband’ Terus Memimpin Peringkat dalam Drama dan Aktor Paling Menarik untuk Minggu ke-4

Adapun sebagiannya juga masuk ke dalam Program Perkebunan Inti Rakyat sehingga mereka pun pindah ke Banten.

Proses pemindahan warga pun memakan waktu dari tahun 1982 hingga 2005.

Artinya butuh waktu 22 tahun bagi proyek ini harus memperhatikan proses relokasi warga ke berbagai daerah.

Baca Juga: Suho Mengambil Tantangan Drama Sejarah Pertamanya Berjudul ‘Missing Crown Prince’yang Bergenre Komedi Romantis

Hingga akhirnya groundbreaking proyek dilakukan langsung oleh Presiden Soeharto pada tahun 1983.

Setahun setelahnya infrastruktur raksasa penampung air sebanyak 609 juta meter kubik ini akhirnya selesai.

Bendungan Saguling selesai digarap dengan dana sebesar 738 Juta USD.

Baca Juga: Dibangun pada Tahun 1834, Gedung Bersejarah di Semarang Ini Dulunya Jadi Gudang Rempah, Kini Nasibnya…

Sementara 450 juta USD di antaranya dibantu dengan pendanaan dari pinjaman bank internasional IBRD dan pembiayaan OECF.

Hingga kini Bendungan Saguling berdiri megah di Bandung Barat dan membantu Waduk Jatiluhur dalam upaya mengendalikan banjir.

Selain itu, waduk ini juga dimanfaatkan sebagai penghasil listrik dengan kapasitas PLTA 700 Mega Watt.

Baca Juga: Raih Juara 1 ADWI 2023, Pemprov Kepulauan Riau Lanjut Pugar Pulau Penyengat Dengan Dana Patungan APBN-APBD Sebesar Rp20,8 Miliar, Masih Bertambah?

Dengan demikian aliran listrik yang berhasil diproduksi dari PLTA Saguling sebesar 2.156 GWh setiap tahunnya.***

Rekomendasi