

inNalar.com – Kepolisian Nasional Jepang (NPA) Prefektur Nara melakukan evaluasi keamanan setelah tragedi penembakan mantan PM Jepang, Shinzo Abe.
Pihak kepolisian mengatakan mereka akan meninjau kembali guna mengevaluasi pengaturan keamanan yang ada untuk mantan Perdana Menteri, Shinzo Abe setelah tragedi penembakan.
Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, dalam konferensi pers pada Jumat malam, kepolisian prefektur Nara mengatakan mereka telah membentuk gugus tugas.
Gugus tugas tersebut beranggotakan 90 orang dan akan bekerja khusus untuk menyelidiki kasus tersebut yang telah ditetapkan sebagai pembunuhan.
Baca Juga: Mengapa Dilarang Berpuasa Saat Hari Tasyrik Idul Adha? Simak Hukum dan Penjelasan Lengkapnya
Para pejabat mengatakan mereka mengetahui tentang kunjungan Abe ke Nara pada malam sebelumnya.
Namun mereka beranggapan bahwa sebenarnya masih cukup waktu untuk mempersiapkan pengaturan keamanan yang diperlukan.
Meski pihak NPA Nara tidak secara eksplisit mengatakan bahwa mereka “kecolongan” atas tragedi penembakan tersebut.
Sebelumnya, tragedi penembakan mantan Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe terjadi pada Jumat, 8 Juli 2022 kemarin.
Pihak kepolisian bertindak cepat dan langsung meringkus tersangka di tempat kejadian. Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui bahwa tersangka penembakan mantan PM Jepang, Shinzo Abe berusia 41 tahun.
Ia bernama Yamagami Tetsuya seorang warga yang tinggal di kota Nara. Tetsuya langsung ditangkap di tempat kejadian setelah menembak Abe yang sedang berbicara kepada orang banyak sebagai bagian dari kampanye pemilihan.
Upaya penembakan dilakukan sebanyak dua kali. Melalui tembakan yang kedua, peluru berhasil mengenai Abe dan menyebabkannya mengalami pendarahan hebat.
Tragedi penembakan terjadi sekitar pukul 11.30 waktu setempat, dan di sore harinya Shinzo Abe dikonfirmasi meninggal dunia.
Baca Juga: Ketentuan Menyembelih Hewan Qurban saat Idul Adha 2022, Lengkap Beserta Sunnah dan Rukunnya
Motif pelaku melakukan penembakan pada awalnya diduga karena merasa tidak puas dengan masa kepemimpinan Abe.
Namun hasil penyelidikan polisi membawa fakta baru. Tersangka rupanya sengaja mengincar untuk membunuh Abe karena berkaitan dengan partai politik tempat Abe bernaung.
Tersangka mengatakan bahwa keluarganya berantakan karena ibunya mengikuti salah satu organisasi sekte keagamaan.
Lalu ia berpikir bahwa LDP (Liberal Democratic Party) yang merupakan partai tempat Shinzo Abe bernaung, memiliki hubungan erat dengan sekte keagamaan tersebut.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini di Medan, Sabtu 9 Juli 2022: Cerah Berawan Sepanjang Hari
Pelaku pada mulanya mengincar pimpinan organisasi dari sekte keagamaan tersebut. Namun karena yang bersangkutan tidak terlihat di lokasi pidato Abe, maka sasarannya kemudian beralih ke Abe.
Hal tersebut ia putuskan karena berpikir bahwa Abe sebagai orang LDP yang juga ada kaitannya dengan organisasi sekte keagamaan yang ia maksud.***