

inNalar.com – Bulan sudah dikenal sebagai satelit alami bumi sejak jutaan tahun yang lalu.
Selain selalu mengelilingi bumi, bulan juga selalu terlihat berada dekat dengan planet kita ini, bumi.
Namun, tahukah kamu kalau bulan ternyata bergerak menjauh setiap tahunnya?
Bulan bergerak sejauh 1,5 inchi atau sekitar 3,8 centimeter per tahun.
Angka tersebut memang terlihat kecil, namun, apabila terus terjadi setiap tahunnya, lama-lama jarak bulan dari bumi dapat semakin jauh.
Jarak antara bulan dan bumi adalah sekitar 235.855 mil atau 384.400 km. Lalu, apabila bulan terus bergerak menjauh, akankah bumi kehilangan satelit alaminya?
Pergerakan bulan yang terus menjauhi bumi ini diketahui oleh ilmuwan NASA menggunakan panel reflektif .
Panel reflektif yang NASA gunakan sendiri sudah dipasang di bulan sejak misi Apollo pada tahun 1969.
Dengan menggunakan sinar laser yang ditembakkan ke panel reflektif yang ada di bulan, para ilmuwan dapat mengukur seberapa jauh jarak bumi ke bulan.
Hal inilah para membuat ilmuwan tahu jika bulan bergerak menjauhi bumi sepanjang 3,8 centimeter per tahun.
Penyebab menjauhnya bulan dari bumi ini adalah karena efek gravitasi yang baik bulan maupun bumi miliki.
Selama ini sudah diketahui bahwa gravitasi dari bulan menyebabkan pasang surutnya air laut. Namun, ternyata gravitasi bumi juga memiliki efek yang sama ke bulan.
Efek dari gravitasi bumi ke bulan menyebabkan satelit alami planet kita ini memiliki bentuk sedikit mirip dengan bola dalam olahraga American Football.
Selain itu, hubungan lain dari gravitasi bulan dan bumi ini juga berpengaruh ke rotasi bumi.
Tarikan gravitasi dari pasang surut air laut bumi menyeret atau menarik bulan. Sedangkan, gravitasi bulan membuat rotasi bumi melambat.
Dikutip inNalar.com dari Live Science, “Ketika bulan pertama kali terbentuk, kecepatan rotasi bumi jauh lebih cepat (dari sekarang), dengan lama hari hanya lima jam,” ucap Madelyn Broome, seorang ahli astrofisika dari Universitas California, Santa Cruz.
Hubungan antara perputaran rotasi bumi dengan gravitasi bulan membutuhkan angular momentum yang harus tetap sama.
“Ketika putaran bumi melambat, agar angular momentum tetap sama, harus ada sesuatu yang (dapat) menaikkan angular momentum dalam sistem.
“Apa yang bisa menaikkan angular momentum? (yakni) Objek yang mengorbit seperti bulan bergerak semakin jauh,” lanjut Madelyn Broome.***