Bukittinggi Bangun TPST Teknologi Propolis Pertama di Sumatera Barat, Habiskan Anggaran Sampai Rp2,8 Miliar!

inNalar.com – Bukittinggi, kota yang terkenal dengan keindahan alam dan sejarahnya, kini mengambil langkah maju dalam pengelolaan sampah.

Pemerintah Kota Bukittinggi telah memulai pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) pertama di Sumatera Barat yang menggunakan teknologi pirolisis.

Proyek ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi masalah sampah di kota tersebut.

Baca Juga: Lebarnya 2,8 Meter, Penginapan Unik di Salatiga, Jawa Tengah Ini Susul Jerman Jadi Hotel Paling Tipis di Dunia

Pembangunan TPST ini dimulai pada 18 Juli 2024, dengan peletakan batu pertama di kantor Dinas Lingkungan Hidup Bukittinggi.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, melalui Sekretaris Daerah Martias Wanto, menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang pemerintah kota untuk meningkatkan efektivitas pengolahan sampah.

Dengan anggaran sebesar Rp2,8 miliar yang berasal dari APBD Bukittinggi, proyek ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) regional di Payakumbuh.

Baca Juga: 4 Gedung Pencakar Langit Surabaya, Luasnya Bukan Kepalang Kalahkan Mall Kelapa Gading Jakarta!

Teknologi pirolisis yang digunakan dalam TPST ini memungkinkan pengolahan sampah anorganik menjadi energi alternatif seperti minyak, gas, dan arang.

Teknologi ini tidak hanya membantu mengurangi jumlah sampah, tetapi juga menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan kembali.

Dengan kapasitas pengolahan hingga 40 ton sampah per hari, TPST ini diharapkan dapat mengurangi beban TPA dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilah sampah.

Baca Juga: Wacana Pisah Dari Kepulauan Riau, Natuna-Anambas Siap Rangkul 5 Kabupaten: Wilayah ini Berpotensi Jadi Ibu Kota

Pembangunan TPST ini dilaksanakan oleh CV. Deltamas Kontruksindo dan dipimpin oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bukittinggi.

Proyek ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat.

Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengolahan sampah berjalan dengan optimal dan berkelanjutan.

Baca Juga: Inilah 3 Gedung Tertinggi di Surabaya, Mall Legendaris Jawa Timur Senilai Rp30 Miliar Paling Melangit!

Wali Kota Erman Safar berharap bahwa TPST ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Sumatera Barat dalam upaya penanganan sampah yang lebih maju dan efisien.

Dengan adanya TPST berbasis teknologi pirolisis ini, Bukittinggi diharapkan dapat menjadi pionir dalam pengelolaan sampah di Sumatera Barat.

Langkah ini tidak hanya menunjukkan komitmen pemerintah kota dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Akan tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Semoga proyek ini berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi Bukittinggi dan sekitarnya.***

 

Rekomendasi