

inNalar.com – 17 Agustus 2022 merupakan kesempatan menggali kembali sejarah, Yogyakarta ternyata berperan penting pada kemerdekaan Indonesia, ini jarang diketahui orang.
Ketika proklamasi dilakukan Soekarno dan Mohammad Hatta di rumah pemberian Faradj Martak 17 Agustus 1945, Yogyakarta sebenarnya merupakan negara atau wilayah tersendiri.
Kisah yang berkembang terkait Yogyakarta banyak dipenuhi cerita msitik, mengenai sebabnya tidak diganggu oleh penjajah, padahal sebenarnya merupakan wilayah merdeka.
Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP Halaman 44: Model Pidato Persuasif Severn Suzuki
Mesir disebutkan dalam sejarah, mengakui kemerdekaan Indonesia pada 22 Maret 1946, atau sama dengan satu tahun setelah Soekarno dan Mohammad Hatta melakukan proklamasi.
Padahal Yogyakarta tidak perlu menuggu selama itu untuk mengakui kemerdekaan Indonesia, langsung setelah satu hari proklamasi kemerdekaan Indonesia dilakukan.
Sebagaimana dilansir dari beberapa sumber pada Jumat, 12 Agustus 2022 Sri Sultan Hamengku Bowono IX mengirim telegram ucapan selamat dan dukungan kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP Halaman 37 Kegiatan 2: Identifikasi Cara-Cara Memersuasi
Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono IX saat itu mengucapkan selamat juga untuk dr KRT Radjiman Wediodiningrat sebagai Ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan.
Barulah setelah dua pekan tepatnya tanggal 5 September 1945, Sri Sultan Hameng Kubuwono IX mengeluarkan maklumat bergabung dengan wilayah Indonesia.
Tidak setengah-setengah, totalitas Sri Sultan Hamengku Buwono dalam menggabungkan Yogyakarta ke dalam Indonesia kemudian dibutikan lagi saat penjajah kembali mengganggu negara.
Baca Juga: LINK Twibbon HUT ke 77 RI, 17 Agustus 2022, Dilengkapi dengan Cara Memasangnya
Yogyakarta siap menjadi Ibu Kota Baru bagi Indonesia, tidak hanya itu, kebutuhan finansial para pejabat negara saat itu ditanggung pula oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
Gaji Presiden, wakilnya, staff, operasional TNI, hingga perjalanan dan akomodasi para delegasi yang dikirim ke luar negeri, semua ditanggung melalui kas keraton Yogyakarta.
Jasa yang besar ini dilakukan Sri Sultan Hamengku Buwono dengan ikhlas tanpa mengingat-ingatnya kembali, bahkan dipesankan agar pewaris tahta Yogyakarta nantinya untuk tidak menagih kembali.
Pada tahun 1949 ketika Soekarno dan Mohammad Hatta serta jajaran pejabat negara siap kembali ke Jakarta, dengan berat gari Sri Sultan Hamengku Buwono melepas semuanya.
Baca Juga: Logo HUT Ke 77 RI pada 17 Agustus 2022 Lengkap dengan Link Download dan Pedoman Penggunaannya
Salah satu ucapan yang diungkapkan pada saat perpisahan itu yakni ‘Yogyakarta sudah tidak memiliki apa-apa lagi, silakan lanjutkan pemerintahan ini di Jakarta’.
Ungkapan Sri Sultan Hamengku Buwono tersebut bukanlah tanpa dasar, hal itu sebenarnya merupakan bukti dari ucapannya dalam telegram sehar isetelah proklamasi kemerdekaan Indoensia.
Dalam telegram pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia itu, disebutkan ‘sanggup berdiri di belakang pimpinan Paduka Yang Mulia’.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi